Site icon Berita Kota Makassar

Maros Cairkan Anggaran Sertifikasi Guru Rp22,6 M

MAROS, BKM — Anggaran sertifikasi guru lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akhirnya dicairkan. Total anggaran yang dicairkan sebesar Rp22,6 miliar. Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengungkapkan, anggaran tersebut digunakan untuk membayarkan sertifikasi guru TK, SD, SMP, dan pengawas.
Chaidir berharap, ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas para pendidik atau guru. ”Benar ada anggaran yang dicairkan untuk sertifikasi guru. Bukan hanya guru lingkup Pemerintah Kabupaten Maros, pengawas lingkup Pemerintah Kabupaten Maros juga menerima,” ungkap Chaidir.

Selanjutnya Chaidir menegaskan, penerima sertifikasi semoga bisa memanfaatkannya dengan baik. Selain itu, dirinya kembali mengingatkan untuk tetap di rumah saja. ”Meski dananya cair menjelang tahun baru, semoga tidak hanya dimanfaatkan untuk membuat acara pesta tahun baru. Semoga di malam tahun baru para ASN bisa memberi contoh kepada masyarakat untuk tetap di rumah saja,” harapnya.

Saat dikonfirmasi, Jumat siang (24/12), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Takdir, menjelaskan, sebanyak 1.871 guru dan pengawas lingkup Pemerintah Kabupaten Maros akan menerima sertifikasi untuk triwulan IV tahun 2021.
”Ini sertifikasi guru untuk triwulan IV. Anggarannya sudah cair. Sudah kami setor di Bank Sulsel. Sisa tunggu dananya ditransfer ke rekening masing-masing guru dan pengawas,” jelas Takdir.
Diketahui, anggaran yang dicairkan untuk triwulan ke IV tahun 2021 sebanyak Rp22,6 miliar. Ini menyelesaikan dana sertifikasi yang harusnya diterima para guru untuk tahun ini. ”Untuk bulan Oktober, November dan Desember. Kami clearkan agar selesai pembayaran di akhir tahun ini,” bebernya.
Sementara itu, Takdir mengungkapkan, penambahan jumlah penerima sertifikasi di tahun 2022 akan tetap ada. Meski begitu, penambahannya tidak begitu banyak. Sebab, angka guru yang pensiun di tahun depan terhitung banyak.
”Tetap ada penambahan. Karena banyak yang pensiun hitungan penambahan penerima sertifikasi tidak terlalu banyak. Mereka harus ikut seleksi dulu, harus ikut tes uji kompetensi, juga harus memenuhi syarat,” imbuhnya. (ari/b)

Exit mobile version