BULUKUMBA, BKM — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan, salah satu inovasi yang dilakukan masyarakat Desa Wisata Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, yakni membuat QR Code untuk sumbangan.
”Jadi saya diberitahu sama kepala desa, kalau mereka ingin membangun pesantren. Salah satu caranya adalah memuat sumbangan dengan QR Code,” kata Sandi saat mengunjungi Desa Wisata Ara, akhir pekan kemarin.
Menurut Sandi, dengan adanya QR Code ini mereka mengungkapkan, kalau hal tersebut bisa memecahkan rekor MURI. Yakni Pesantrean Terpanjang dan jumlah donator terbanyak. Karena memakai QR Code.
Selain memudahkan bagi donator, cara ini juga memudahkan panitia desa tersebut untuk mendata jumalah donasi yang masuk. Selain itu, donator juga bisa memantau donasi yang masuk. Sehingga memperkecil adanya penyimpangan.
”Cara ini juga bisa dijadikan salah satu promosi yang dilakukan desa ini. Jadi mengundang donatur sekalligus wisatawan,” tegasnya.
Untuk itu, Sandiaga Uno membantu mempromosikan QR Code di akun instagramnya agar lebih banyak yang menyumbang. Sehingga, penyumbang bisa dari seluruh dunia.
Sandi juga berharap, pembangunan pesantren terpanjang ini bisa segera terlaksana. Dari informasi yang diterima, rencananya Pesantren Terpanjang tersebut akan memilki panjang 158 meter atau mengalahkan rumah terpanjang di Thailand yang memiliki panjang 150 meter.
”Kalau ini berhasil diwujudkan, maka menjadi Pesantren Terpanjang di dunia. Bukan hanya di Indonesia,” tukasnya.(mir)

