pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ketua PHBI Setuju Pembangunan Jembata Daala

POLMAN, BKM — Ketua Panitia Hari Besar Islam Kecamatan Mapilli Kabupaten PolewaliMandar Provinsi Sulbar yang juga Anggota DPRD KabupatenPolewali Mandar, H. Nurdin Tahir menyatakan persetujuaanya atas rencana pembangunan jembatan di Daala Timur.

Saat ditemui BKM di kediamannya Nurdin mengaku sangat setuju atas wacana calon Bupati Polman kedepan memiliki visi misi lebih menjanjikan terhadap arah pembangunan dan pemberdayaan peningkatan kesejahteran masyarakat diwilayah pegunungan lima tahun kedepan, lewat momen Pilkada Poman.
Khususnya Kecamatan Bulo, Kecamatan Matangnga, KecamatanTapango, Kecamatan Tutallu Taramanu (Tutar) dan Kecamatan Luyo.
Dalam rangka memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, butuh
figur pemimpin masa depan, yang serius memperhatikan pembangunan akses tiga J di daerah pedalaman dan pengunungan, yaitu pembangunn jalan,jembatan dan jaringan agar kedepan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat betul-betul dapat dinikmati.
Sehingga butuh figur pemimpin yang bisa diyakinkan dapat mewujudkan
pemerataan pembangunan dari kota (wilayah pantai) sampai desa-desa
(daerah pedalaman dan pegunungan), sehingga Wilayah Poewali mandar
akan nampak dua Kota yaitu Kota bagian bawah (Wilayah pantai) dan Kota
bagian atas (bagian Pegunungan).

”Tempo hari saat ikut rapat paripurna sempat mengatakan dari 160 desa di Polman 99 persen diantara desa semua sudah dapat dimasuki mobil karena akses jalannya memungkinkan. Tinggal satudesa belum bisa dimasuki mobil karena akses jalannya tidak memungkinkan yaitu Desa Lenggo,” ucapnya.
Desa Lenggo sangat parah karena kendaraan mobil tidak bisa masuk kesana tapi Desa Daala Timur masih mending sedikit, masih bisa dilewati mobil disitu, karena Kepala Desa Daala Timur, Supaman punya mobil dan sampai ke rumahnya.
Nurdin bercerita pengalamannya ketika di TPAD, namun sebelumnya ia minta maaf kepada pihak terkait bahwa ia cerita hal tersebut bukan berarti sekedar gaya atau apalah namanya. Dia menyampaikan masalah ini, saat rapat di DPRD bersama TPAD ia beritahu bahwa tidak masuk akal alun-alun yang tampak sudah ok sekali, kok masih mau dipoles tetapi Lenggo kasian masih tertinggal.
”Coba bayangkan di Desa Lenggo, kalau kebetulan ada warganya sakit tidak bisa diangkut pakai mobil ambulans melainkan diangkut menggunakan tandu untuk bisa membawa keluar pasien tersebut, nanti diluar desa diupayakan bagaimana bisa diangkut pakai mobil mengantar ke rumah sakit,” jelasnya. (*)




×


Ketua PHBI Setuju Pembangunan Jembata Daala

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link