MAKASSAR, BKM–Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Gunawan Suswantoro melantik Syarifuddin Anwar, sebagai pejabat administrator di lingkup Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan.
Sebelum dilantik menjadi Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu Sulsel, Syarifuddin menjabat Koordinator Sekretariat di Bawaslu Kabupaten Bulukumba.
Selain pejabat administrator, Sekjen Bawaslu juga melantik tiga orang pejabat pengawas di lingkup Sekretariat Bawaslu Kabupaten. Mereka masing-masing, Nuzri Isla, ST di Bawaslu kota Makassar, Hatta Adam Fatah di Bawaslu Kabupaten Gowa, dan Weliana, di Bawaslu Kabupaten Maros) sebagai kepala subbagian penanganan pelanggaran & sengketa proses pemilu.
Sekjen Bawaslu lalu meminta para pejabat yang dilantik untuk bersiap dalam menghadapi gelaran pemilu serentak 2024 serta Pilkada 2024.
“Jabatan yang baru ini saya minta saudara-saudara emban dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan di Kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (27/12).
Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah/janji ini dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.
Sehari sebelumnya, Minggu (26/2) Bawaslu Sulsel melakukan sosialisasi dan pendidikan demokrasi. Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi mengatakan sosialisasi terkait pendidikan politik dan demokrasi harus terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan serentak tahun 2024 mendatang.
“Kita tidak boleh berhenti melakukan sosialiasi untuk meninggkatkan partisipasi masyarakat, dan untuk mendorong pemilih melaporkan tiap dugaan pelanggaran yang didapatkan di lapangan,” kata HL Arumahi.
Arumahi mengungkapkan selama tahun 2020 hingga 2021 Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan terus melakukan konsolidasi jaringan yang dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi ke sejumlah segmen masyarakat.
“Selama 2020 sampai 2021 itu Bawaslu melakukan kegiatan sosialisasi dan kemah pengawasan yang pesertanya adalah murid SMA (sederajat) yang sasarannya adalah pemilih pemula. Kami melihat, masa depan demokrasi juga ditentukan oleh para generasi muda ini,” jelas Arumahi.
Pada 2021 ini, di 24 kabupaten dan kota di sulsel, Bawaslu sudah menjangkau setidaknya seribuan lebih pemilih pemula yang terkoneksi melalui wadah kemah pengawasan.
“Selain juga tentu jalannya program nasional Sekolah Kader Pengawas Partisipasif (SKPP) yang segmentasi pesertanya minimal Sarjana dan pelaksanaannya dibagi ke5 titik berbeda yang masing-masing diikuti oleh 100 orang pertitik,” ungkapnya. (rif)
