Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Buat Wadah untuk Warga Laporkan Kekerasan

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar secara tegas membuka ruang kepada masyarakat untuk melaporkan kejadian-kejadian kekerasan anak dan perempuan di kota Makassar. Apalagi, kasus tersebut tiap tahun meningkat.
Hal itu dikatakan anggota DPRD Makassar, Mario David. Ia mengaku dewan sudah menyediakan sarana baru dalam mendekatkan dirinya dengan masyarakat Makassar. Khususnya kesadaran bersama menghadapi isu kekerasan anak dan perempuan.

“Masyarakat jangan takut karena kami (dewan) membuka wadah dan sarana komunikasi baru dan bisa melaporkan kejadian tindak kekerasan secara langsung. Masyarakat di Kota Makassar harus bertindak sebagai CCTV untuk melaporkan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan,” ungkapnya saat ditemui di DPRD Makassar, Selasa (28/12).
Lanjutnya anggota legislator dari daerah pemilihan (Dapil) III Biringkanaya-Tamalanrea ini menambahkan, tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini semakin tinggi. Faktornya adalah rendahnya pendidikan dan kuatnya dominasi pria, serta kurangnya kesadaran yang membuat perempuan dan anak pada posisi lemah dalam keluarga dan masyarakat.
“Memang sejak dulu kami ingin menciptakan sebuah wadah sebagai sarana baru dalam meninndaki kekerasan yang terjadi. Masyarakat proaktif dalam melaporkan tindak kekerasan yang terjadi, jangan acuh,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Makassar, Nurul Hidayat, juga mendorong masyarakat proaktif mengawasi dan melaporkan tindak kekerasan atau eksploitasi terhadap anak. Tingkat kekerasan anak di Sulsel khususnya kota Makassar masih cukup tinggi.
“Saya melihat warga ini tutup mata karena tidak mau terlibat dan acuh. Padahal seseorang yang mendapatkan kekerasan harus kita selamatkan dan kita harus berani laporkan. Apalagi saya perhatikan meningkat selama pandemi Covid-19,” tuturnya.
Selain itu, masih marak temuan kekerasan seksual hingga eksploitasi terhadap anak di jalan. Dia mengatakan hal ini bahkan sudah lumrah dan dianggap biasa oleh masyarakat.
“Kemarin sidak banyak ditemukan anak di bawah umur di wisma remang-remang, ini miris dan harus dituntaskan dengan baik oleh pemerintah kota. Mana lagi banyak anak-anak yang mengamen dan minta-minta, ini siapa lagi yang motori kalau bukan orang tua mereka,” bebernya. (ita)

Exit mobile version