Site icon Berita Kota Makassar

Hari Ini, 50 Ribu Orang Divaksin di Losari

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menggelar vaksinasi massal hari ini, Rabu (29/12). Jumlah peserta yang akan ikut dalam kegiatan tersebut, berdasarkan laporan yang masuk hingga kemarin, Selasa (28/12), sudah hampir 50 ribu orang.
Vaksinasi massal rencananya dipusatkan di Pantai Losari. Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, kendala yang dihadapi sejauh ini adalah persoalan menginput data warga yang akan divaksin.
“Besok (hari ini) kita jadi (vaksin massal). Kendala terbesar yang kita hadapi sejauh ini hanya persoalan menginput data warga yang akan vaksin,” ungkap Danny saat ditemui di Kantor Perwakilan BPK RI, Jalan AP Petta Rani, Selasa (28/12).
Danny menargetkan mulai hari ini hingga 31 Desember, jumlah warga yang melakukan vaksinasi bisa mencapai 110 ribu orang. Untuk itu, dia melibatkan berbagai stakeholder. Mulai dari ASN, non ASN lingkup Pemkot Makassar, hingga RT/RW.
Khusus untuk ASN/non ASN, masing-masing diminta untuk membawa orang yang akan divaksin minimal enam orang. Sementara itu, untuk RT/RW 10 orang.
Danny menargetkan, vaksinasi bisa sampai di angka 90 persen hingga akhir tahun 2021 ini. “Kalau perlu 100 persen kenapa tidak,” tandasnya.
Saat ini progres vaksinasi telah mencapai 83,35 persen. Pemerintah pusat, menurut Danny, meminta agar para kepala daerah mengoptimalkan vaksinasi untuk menangkal hadirnya varian baru covid-19, yakni omicron.

“Varian baru omicron ini kan sudah hadir. Makanya, kepala daerah diminta agar lebih memassifkan vaksinasi sebagai upaya penangkal virus tersebut. Terlebih karena beberapa hari ke depan kita akan menyambut tahun baru 2022,” jelasnya.
Salah satu kegiatan yang akan dilakukan untuk mengejar target, yakni Pemkot Makassar menggelar vaksinasi serentak.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan, kebijakan ini sangat efektif untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Makassar. Buktinya, warga yang divaksin tiap hari terus bertambah.

Dimulai pada 23 Desember, hanya ada 3.000 yang berhasil divaksin oleh tenaga kesehatan di seluruh fasilitas layanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Keesokan harinya, 24 Desember bertambah menjadi 6.000. Lalu pada 25 Desember mencapai 10 ribu.
“Peningkatannya luar biasa dari tanggal 23 kita mulai. Dari 3.000 kita vaksin per hari, naik jadi 6.000 di tanggal 24, naik lagi di tanggal 25 jadi 10 ribu. Kalau bisa ya 20 ribu per hari, itu yang kita harapkan,” ucap Nursaidah Sirajuddin.
“Kita kan 22 ribu pegawai, jadi 132 ribu. Ini yang akan kita maksimalkan,” sambungnya.
Meski begitu, sinkronisasi data perlu digenjot. Penginputan data warga yang telah divaksin harus dipercepat. Sebab, kata dia, masih banyak yang tidak terinput. Banyak potensi penambahan capaian vaksinasi jika data tersebut telah dituntaskan.
“Ini yang kita kejar. Jadi SKPD akan membantu Dinkes untuk mengejar data itu. Karena cukup banyak. Ada ribuan,” bebernya. (rhm)

Exit mobile version