MAROS, BKM — Puluhan personel TNI-AU telah menyelesaikan pendidikan transisi penerbangan dan pendidikan kualifikasi khusus Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dalam suatu
upacara yang dipimpin langsung Danlanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI David Yohan Tamboto, di hanggar Skadron Udara 5, Senin (27/12).
Danlanud dalam sambutanya memberikan apresiasi terhadap para siswa atas keberhasilannya dalam menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, baik berupa teori maupun praktik latihan yang bisa terlaksana dengan baik, aman, dan lancar.
”Keberhasilan ini tentunya merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi kita bersama. Khususnya Skadron Udara 5. Karena salah satu program atau siklus latihan bagi para penerbang beserta kru dapat diselesaikan dengan baik. Sekaligus mampu mengatasi hambatan dan kendala yang ada selama proses pendidikan,” ungkap Danlanud.
Ditambahkan Danlanud, pendidikan ini begitu penting karena dalam mendukung terselenggaranya operasi, Skadron Udara 5 sudah sepatutnya memiliki para penerbang dan kru sebagai kader-kader penerus yang berkualifikasi dan berkualitas.
”Melalui pendidikan yang telah dilalui ini, kita semua berharap dapat mencetak kader-kader penerbang pesawat intai strategis beserta kru dengan output terbaik untuk mengawaki pesawatnya dan pada gilirannya nanti para kader tersebut akan menggantikan senior-seniornya untuk menjamin keberlanjutan operasi penerbangan,” tambah Danlanud.
Para prajurit yang baru menyelesaikan pendidikannya terdiri dari 3 orang penerbang, 7 orang juru montir udara (JMU), 2 orang load master (LM) serta 8 orang operator mission system (OMS) pesawat Boeing 737-200.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyiraman air bunga dan pemecahan telur kepada ketiga penerbang yang telah menyelesaikan pendidikan transisinya. (ari/c)
