pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Andi Utta Wajibkan Pedagang Divaksinasi

BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf meresmikan pasar Oro Gading, Selasa (28/12).
Dalam sambutanya Muchtar Ali menyampaikan selamat atas selesainya pembangunan Pasar Oro Gading. Ia berharap dengan pasar Oro Gading akan menjadi pusat perekonomian masyarakat di Desa Orogading dan wilayah sekitarnya.

Namun sebelum Pasar beroperasi, Andi Utta meminta kepada Pemdes memastikan seluruh pedagang yang akan beraktivitas wajib mengatongi sertifikat vaksin Covid-19.
“Bagi pedagang yang belum divaksinasi tidak diperkenankan melakukan aktifitas di pasar,” tegasnya.
Tujuan vaksinasi jelas dia untuk saling menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh kelompok, sehingga kita bisa merasa lebih aman dan nyaman beraktifitas tanpa ada rasa khawatir terhadap penyebaran virus Corona.

Selain sebagai tempat mendapatkan kebutuhan hidup, pasar tersebut juga berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa melalui transaksi atau perputaran uang di dalamnya. Dia berharap sarana dan prasarana pasar harus dipelihara, dan dijaga kebersihannya untuk kenyamanan warga pasar.
Dia mengemukakan tahun anggaran 2022 seluruh program unggulan dari Pemerintah Daerah mulai dilaksanakan secara massif, diantaranya program pengadaan dan pembaguan bibit unggul gratis.
“Kita berharap dengan program bibit unggul maka beberapa tahun ke depan seluruh pasar-pasar di Bulukumba akan dipenuhi oleh buah-buahan yang berkualitas yang ditanam oleh petani dan masyarakat Bulukumba.
“Kita tidak perlu lagi mengimpor buah dari daerah lain. Jika buah kita manis maka harganya juga tentu akan manis,” bebernya.
Usai peresmian Muchtar Ali meninjau tempat wisata baru yang dirintis secara swadaya oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Oro Gading yang rata-rata anggotanya adalah para pemuda remaja Desa Oro Gading.
Sementara Kades Oro Gading, HM Nasir menyampaikan pembangunan Pasar Oro Gading di Dusun Bajiminasi menggunakan dana desa dan dilaksanakan dalam tiga tahapan. Tahun 2018 untuk pengadaan lahan, tahun 2019 penataan lokasi, dan tahun 2021 untuk pembangunan kios. Tahun 2020 tidak ada pekerjaan karena anggarannya teralihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.
“Pasar ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 469 juta rupiah dengan jumlah kios permanen 24 unit, dan akan kita tambah kios semi permanen sebanyak 24 unit juga,” ujar Nasir, Selasa (28/12). (min/C)




×


Andi Utta Wajibkan Pedagang Divaksinasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link