Site icon Berita Kota Makassar

Bawa Tumbler Jadi Syarat Wawancara Job Fit di Maros

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menggelar penempatan pejabat pimpinan tinggi pratama atau job fit untuk perangkat daerah yang baru. Salah satu tahapan yang dilalui pejabat yang ikut job fit adalah wawancara dengan bupati dan wakil bupati Maros. Wawancara ini digelar Selasa (28/12).

Uniknya, syarat bagi peserta eselon II diwajibkan membawa tumbler saat wawancara oleh Wakil Bupati, Hj Suhartina Bohari. ”Saat kita masuk ke ruangan bu Wabup untuk wawancara pemetaan jabatan pertanyaan pertama untuk kami itu adalah apakah bawa tumbler?,” ujar Kepala Balitbangda, Sulaeman Samad, usai tes wawancara.
Menurut Sulaeman, pertanyaan tersebut menjadi sinyal kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib membawa tumbler kemana-mana. ”Meski ibu Wabup tidak secara langsung memerintahkan bawa tumbler. Namun pertanyaan saat mau wawancara tentang tumbler itu sebuah sinyal kami wajib bawa tumbler. Dan memang beberapa waktu belakangan ini kemana-mana bu Wabup sudah bawa tumbler,” papar Sulaeman.

Meski belum mencanangkan penggunaan tumbler, namun Wakil Bupati, Suhartina Bohari telah mulai mengurangi penggunaan botol plastik di lingkungan sekitarnya. Dirinya kemana-mana selalu menenteng tumbler air minum.
”Ini salah satu program go green kami ke depan. Untuk mengurangi penggunaan botol plastik ASN wajib bawa tumbler ke kantor. Untuk awal tentu saya dan pak bupati bawa tumbler sebagai contoh kemudian kepala OPD dan selanjutnya ASN. Kita lakukan di tingkat kantor-kantor, karena salah satu penggunaan botol plastik itu di kantor-kantor pemerintah,” beber Suhartina.
Ke depan, lanjut Suhartina, kantor-kantor tidak boleh lagi menyediakan botol air plastik dan akan diganti dengan galon-galon yang disimpan di lorong-lorong kantor.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Andi Sri Wahyuni, mengatakan, job fit ini diikuti 33 orang pejabat eselon II. Mereka akan bersaing untuk mengisi 30 jabatan perangkat daerah yang baru berdasarkan Perda nomor 3 tahun 2021 tentang susunan perangkat daerah.
”Sebenarnya saat ini ada 35 pejabat eselon II tapi yang ikut hanya 33 orang karena dua orang berhalangan, satu pensiun dini dan satu lagi sedang sakit sehingga yang ikut hanya 33 orang,” ujarnya.
Dipastikan, ada pejabat eselon II hasil job fit ini akan gagal. ”Kemungkinan non job atau demosi atau turun jabatan tergantung hasil job fit ini,” paparnya.
Sebelumnya, Pemkab Maros telah melakukan penyederhanaan organisasi dengan melantik 263 pejabat eselon IV disetarakan jabatan fungsional. Pelantikan pejabat eselon II perangkat daerah yang baru akan digelar pada awal 2022 mendatang. (ari/c)

Exit mobile version