MAKASSAR, BKM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar berencana membeli perahu karet baru. Harga untuk satu unitnya mencapai Rp250 juta.
Rencana pengadaan perahu karet tersebut dilakukan menyusul minimnya peralatan evakuasi di BPBD Kota Makassar. Sementara sejauh ini hanya ada empat unit perahu karet yang dalam kondisi prima.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan, proses evakuasi yang dilakukan saat banjir menerjang sejumlah kecamatan beberapa waktu lalu sudah membuktikan minimnya peralatan evakuasi.
“Untung saja dalam kondisi-kondisi seperti itu ada banyak relawan yang ikut membantu kami. Mereka beberapa punya peralatan sendiri seperti perahu karet. Itu sangat membantu,” ujar dia.
Karena itu, pihaknya berencana membeli peralatan evakuasi baru. Perahu karet dengan tipe tertinggi jadi incaran mereka. Harganya sekitar Rp250 juta untuk satu unit perahu karet.
“Kita dapat perahu karet seperti itu. Tapi bukan kita yang beli. Kemarin itu kita dikasih dari BNPB satu unit. Itu memang bagus sekali kualitasnya dan kuat di segala medan. Kita mau usulkan beli yang seperti itu 15 sampai 20 unit,” kata dia.
Saat ini, lanjutnya, pengusulan pengadaan perahu karet tersebut sementara dibahas. “Nanti dilihat bagaimana kemungkinannya. Mungkin tahun depan sudah bisa kita beli. Tapi untuk jumlahnya belum kita pastikan,” imbuhnya.
Sekretaris BPBD Kota Makassar, Suwandi menambahkan, perahu karet ini memang sudah menjadi kebutuhan sejak lama. Sebab, proses evakuasi bencana seperti banjir memerlukan mobilitas yang cepat. Sementara peralatan masih minim.
“Kalau banjir kayak kemarin itu kita pasti harus cepat evakuasi warga yang terdampak. Nah dengan adanya nanti perahu karet baru kita bisa bekerja lebih cepat di titik-titik banjir,” imbuhnya.
Perahu karet yang akan dibeli ini pun disebutnya punya kualitas terbaik. “Ada yang harga lebih murah tapi kualitasnya standar. Sedangkan ini mau kita pakai jangka panjang jadi sekalian yang kualitasnya bagus,” pungkasnya. (rhm)
