MALILI, BKM — Keluarga besar Almarhum, H Muhammad Thoriq Husler menggelar doa dan tausiyah yang dibawakan KH Suardi Ismail untuk mengenang satu tahun kepergian almarhum di kediamannya Desa Puncak Indah Malili baru-baru ini.
Warga dari segala penjuru Luwu Timur berduyun-duyun datang ke rumah almarhum bergabung mengirimkan doa. “Tak terasa sudah satu tahun almarhum pergi, tapi kebaikan beliau masih terasa sampai hari ini, ini panggilan hati saya datang,” ujar salah satu undangan yang hadir.
Suasana hening, ketika Bupati Luwu Timur, H. Budiman menyampaikan sepatah dua kata mewakili keluarga mengenang setahun almarhum Husler, bahkan Budiman pun sempat menitikkan air mata saat menyampaikan Pidatonya mengenang kebaikan almarhum.
Menurut Budiman, almarhum Husler adalah tokoh yang sangat dicintai masyarakat Luwu Timur. Karena semasa hidupnya dia tidak pernah pilih kasih. Ketika menjadi Bupati hampir seluruh waktunya dicurahkan untuk memikirkan warga memajukan Luwu Timur.
“Kebaikan-kebaikan almarhum inilah yang masih mewarnai sampai saat ini,” katanya.
Program yang telah kami berdua susun sebelumnya seperti program satu kamar satu pasien, akan mulai dinikmati masyarakat tahun 2022 mendatang. “Harapannya untuk pembangunan Islamic Center dan pembenahan sungai Malili, juga akan saya lanjutkan. Ini semua adalah kebijakan almarhum untuk masyarakat Luwu Timur. Saya mohon doa kita semua untuk menuntaskan apa yang almarhum gagas sebelumnya, dan semoga ini menjadi amal jariyah beliau nantinya,” jelasnya.
“Saya tidak menjadi apa-apa kalau bukan karena almarhum. Untuk itu saya minta kepada segenap ASN di Luwu Timur, bantu saya untuk mewujudkan semua yang almarhum cita-citakan itu,” ungkap Budiman. (rls)

