MAKASSAR, BKM — Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Data yang diupdate 25 November dari Dinas Sosial Kota Makassar, pada tahun 2020 lalu, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 509. 032 jiwa. Sementara tahun ini sebanyak 438.000 jiwa. Artinya ada penurunan sekitar 71 ribu lebih.
Plt Kepala Dinas Sosial Makassar, Muhyiddin, membeberkan, ada beberapa faktor turunnya angka kemiskinan di Makassar, apalagi pihaknya berkoordinasi dengan camat hingga tingkat RT/RW untuk melakukan pemutakhiran data.
Hasilnya, ada beberapa masyarakat yang kehidupannya sudah membaik, ada juga beberapa penerima yang pindah domisili.
Kemudian dihapusnya ASN, TNI, Polri yang sempat terdaftar sebagai warga miskin atau penerima bantuan.
“Ada juga mahasiswa yang terdata sebagai penerima bantuan kementerian, dan itu kita sudah verifikasi,” kata Muhyiddin.
Kendati begitu, data warga miskin ini bisa saja terus menurun jika verifikasi data di lapangan terus digenjot.
“Ini kan baru jalan tiga bulan, kita harap tahun depan bisa lebih maksimal, penurunannya bisa capai 80 persen,” ungkapnya.
Muhyiddin menjelaskan, selama satu tahun Pemkot Makassar terus menyalurkan bantuan kepada seluruh masyarakat, baik berupa bantuan sosial tunai maupun non tunai.
Adapun rinciannya antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH) 97.737 keluarga penerima manfaat (KPM).
Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS PBI) sebanyak 251.626 yang bersumber dari APBD Pemkot dan 292.201 bersumber dari APBN.
Selanjutnya untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 54.487 KPM, bantuan bencana 11.628 jiwa, disabilitas eks kusta 550 jiwa.
Disabilitas berat 50 jiwa, bantuan cadangan beras pemerintah 425 KK, bantuan anak gizi terlantar 200 anak.
Bantuan bansos covid-19 70.488 KK, perlengkapan mayat 400 paket, bantuan legiun korban 40 ribu jiwa sebanyak 120 jiwa.
Pemkot Makassar juga memberikan bantuan bagi janda perintis 2 jiwa, dan bantuan makanan berupa beras 100 kg kepada 98 panti/LKSA. (rhm)
