MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto melakukan resetting besar-besaran di lingkup Pemkot Makassar.
Selain di tubuh OPD, badan usaha milik daerah (BUMD) seperti Perumda Air Minum (PDAM, Perumda Parkir, PD Pasar dan lainnya, dirombak habis-habisan.
Salah satu alasan perombakan agar performa perusahaan milik Pemkot Makassar tersebut bisa lebih maksimal lagi. Khususnya dalam memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi di tahun 2022 mendatang, Pemkot Makassar menargetkan PAD mencapai Rp2 triliun.
Danny menggambarkan, di PD Parkir misalnya. Dari hasil analisa dan kajian yang dilakukan, potensi pendapatan yang bisa digarap sangat besar. Tidak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp2 triliun. Namun yang disetorkan selama ini hanya berkisar Rp100 juta per tahun. Dia mensinyalir, kebocoran di PD Parkir lumayan besar.
“Kalau perparkiran bisa kita benahi, kita bisa dapat PAD hingga Rp2 triliun. Khusus di Parkir, tidak perlu kasih naik harganya. Yang ada saja, tapi dimaksimalkan pemasukan ke kas daerah. Kebocoran di parkir itu luar biasa,” ungkap Danny usai Refleksi Akhir Tahun Pemkot Makassar, Kamis (30/12).
Untuk memaksimalkan potensi yang ada, tim percepatan penataan BUMD saat ini sementara merumuskan poin-poin penting yang harus dilakukan. Termasuk menganalisa potensi kebocoran yang terjadi untuk diperbaiki.
“Tim percepatan lagi merumuskan strateginya. Mereka saya suruh belajar di beberapa tempat yang cukup bagus. Termasuk konsultasi dengan pemerintah pusat,” kata Danny.
Dia menambahkan, di sejumlah kota besar di dunia, penghasilan terbesar pemerintah dihasilkan dari parkir. (rhm)
