Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Soroti Pendapatan di Pasar Tradisional

MAKASSAR,BKM– Minimnya pendapatan yang diperoleh perusahaan daerah (Perusda) di kota Makassar tahun 2021 lalu, menjadi sorotan serius anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar. Dewan bahkan mendorong pendapatan dan pembenahan pasar tradisional di Kota Makassar.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad mengatakan, untuk mendapatkan pendapatan daerah salah satunya dengan meningkatkan pelayanan terhadap pasar tradisional. Apalagi sekarang retribusi kian menurun dan pasar semakin merajalela tanpa terkontrol pemerintah.

“Seharusnya kalau mau membangun pasar modern suatu daerah, harus memperhatikan kondisi wilayah tertentu. Nah ini pasar tradisional merajalela dimana-mana, sedangkan retribusinya entah lari kemana, ini tugas pemerintah menata itu,” ungkapnya, Minggu (2/1).
Lanjut legislator Fraksi Demokrat Makassar ini bahwa, juga meminta pemerintah kota mengatur keberadaan pasar modern agar tidak mematikan pasar tradisional serta tidak melakukan persaingan yang lebih menguntungkan pasar modern.
Begitupun dikatakan anggota DPRD Makassar, Muliati. Ia mengaku pasar tradisional adalah wadah masyarakat kalangan menengah ke bawah, sehingga hak-hak masyarakat diupayakan terpenuhi. Namun ada beberapa aturan yang wajib dipatuhi sebelum membuka lapak yang berujung menjadi pasar dadakan.

“Harusnya dikembang pasar tradisional yang sudah ada dan retribusinya jelas masuk ke pemerintah. Nah kalau sekarang satu saja pedagang kecil berkumpul di situ, akan menjadi pasar dadakan dan penarikan retribusi semakin tidak jelas,” tuturnya.
Seharusnya, tambah Muliati, Pemerintah Kota Makassar harus mengupayakan peningkatan pendapatan sebagai penunjang pembangunan kota.Sekaligus peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat termasuk penyedia infrastruktur pasar yang representatif termasuk pasar tradisional.
Menyikapi hal itu, Direksi PD Pasar Makassar Raya, Thamrin Messa Mensa kepada BKM mengatakan, kalau dilihat kondisi pasar tradisional yang ada sekarang memang membutuhkan pembenahan. Hanya saja memang ada kendala dalam alokasi anggarannya untuk rehab secara menyeluruh.”Yang ada hanya anggaran perbaikan ringan saja,”ujar Thamrin.
Terkait pendapatan, jelas Thamrin, memang tahun lalu pendapatan dan pengeluaran sama besarnya.”Ini kita masih akan melakukan pembenahan dan perbaikan terkait pendapatan,”jelasnya.(ita-jun)

Exit mobile version