BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf menaruh perhatian besar terhadap kelestarian kawasan Adat Ammatoa Kajang. Andi Utta sapaan akrab sang bupati khawatir warga di kawasan adat bisa jadi tidak lagi betah hidup di dalam kawasan karena tuntutan ekonomi sehingga warga di kawasan adat harus keluar kawasan untuk mencari pekerjaan atau penghidupan yang lain.
Kawasan adat Ammatoa adalah wilayah yang masih mempertahankan budaya tradisional diajarkan oleh leluhur melalui Pasang RI Kajang, yaitu konsep hidup tidak tertulis yang diajarkan secara turun-temurun
Sehingga praktis, kehidupan masyarakat Adat Ammatoa yang dipimpin oleh kepala suku bergelar Ammatoa bisa dibilang tak tersentuh oleh modernisasi. Tak akan ditemui benda elektronik dan listrik. Bahkan mobil dan motor pun tak dapat masuk ke kawasan yang akses jalannya masih didominasi bebatuan.
Meski prinsip hidup masyarakat adat Ammatoa adalah kesederhanaan, namun tidak sedikit diantara mereka harus keluar kawasan karena pengaruh budaya globalisasi.
Agar masyarakat Adat Ammatoa tetap merasa hidup cukup dan lebih nyaman di dalam kawasan. Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf inisiatif memberikan bantuan berupa bibit unggul mangga harumanis dan nangka madu sebanyak 5 ribu pohon. Bibit ini merupakan bantuan pribadi Bupati Andi Utta sapaan akrabnya.
Selain itu, Bupati Andi Utta juga akan memberikan bantuan 80 ekor sapi dari sumber dana APBD, yang diharapkan dapat dibudidayakan oleh masyarakat Adat.
Menurutnya, pemberian bantuan bibit dan ternak ke masyarakat adat Ammatoa menjadi prioritas demi membantu penghidupan dan kesejahteraan masyarakat dalam kawasan yang hidupnya dari sektor agraris.
“Hanya itu caranya kita bisa membantu kesejahteraan masyarakat Adat Ammatoa, dan itu cocok dengan kondisi yang masih mempertahankan budaya tradisionalnya,” jelas Andi Utta di Cafe Amaly, Minggu (2/1).
Hasil ternak sapi dan buah dari bibit-bibit unggul memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga diharapkan memberikan dampak peningkatan ekonomi yang cukup bagi warga kawasan di masa mendatang.
“Saya tidak bangga jadi bupati jika ekonomi masyarakat tidak menjadi baik,” kata Andi Utta yang mengaku sudah mewakafkan dirinya untuk membangun Bulukumba di berbagai sektor. (min/C)

