Site icon Berita Kota Makassar

Pakai Bahasa Inggris-Makassar, Ungkap Pencipta Aksara Lontara

RENALDI dan Adel kini duduk di bangku perguruan tinggi dan aktif kuliah. Mereka pun terus meraih prestasi di jalur seni. Terakhir, keduanya terpilih sebagai juara satu Taurungka dan Taulolo Kabupaten Gowa 2021.

SAAT ini Renaldi duduk di bangku kuliah Univesitas Hasanuddin, Fakultas Kesehatan Masyarakat,
Departemen Manajemen Rumah Sakit. Sementara Adel yang memiliki nama lengkap Adelya Nur Indahsari juga kuliah di kampus yang sama, tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Hubungan Internasional semester tujuh.
Keduanya hadir di studio siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Baik Renaldi maupun Adel berkisah tentang apa yang mereka lakukan ketika mengikuti ajang pemilihan Taurungka dan Taulolo Gowa 2021.
”Ada banyak tahap penilaian yang meski kami lalui. Mulai dari terpilih menjadi grand finalis, masuk karantina dengan beberapa penilaian. Hingga delapan besar, lima besar dan terpilih menjadi juara. Pertanyaannya banyak dan dipilih secara random,” ungkap Adel.
Disebutkan Renaldi, ada 12 pasangan yang masuk ke tahap grand final. Mereka kemudian disaring lagi untuk delapan besar hingga terpilih tiga besar. Ia dipertemukan dengan Adel yang dipilih secara acak. Sempat berganti pasangan, akhirnya Renaldi dan Adel kembali dipertemukan hingga akhirnya terpilih sebagai juara satu.
Dalam wawancara terungkap, Renaldi seorang aktivis di kampus. Ia aktif di organisasi kemahasiswaan Departemen Manajemen Rumah Sakit. Di tahun 1999-2000 cowok kelahiran Sungguminasa, 13 Juli 1998 ini terpilih sebagai ketua Forum Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FKM Unhas. Tahun selanjutnya, menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM Unhas. Pada bulan Agustus 2021 jabatannya telah demmisioner, dan sekarang mengawasal pelaksanaan mubes.
Selain itu, Renaldi juga aktif di komunitas peduli lingkungan dan kesehatan di wilayah terpencil. Pada bulan November lalu, ia kembali dari pengabdian. Dirinya mendapat informasi informasi dari teman bahwa ada pemilihan Taurungka dan Taulolo Gowa.

”Saya melihat kegiatan ini cukup produktif, sehingga saya ikut. Sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada Kabupaten Gowa. Karena selama ini tinggal di Makassar, kegiatan yang saya lakukan semua mengatasnamakan kampus. Ikut agenda musyawarah di Jawa, semua atas nama kampus. Sekarang setelah selesai menjabat, waktunya untuk kembali ke Kabupaten Gowa. Niat baik itu tersampaikan dan akhirnya terpilih,” jelas Renaldi.
Bagi Adel, ajang pemilihan Taurungka dan Taulolo Kabupaten Gowa 2021 merupakan even yang pertama kali diikutinya. Ia ingin mengasah kemampuan yang dimiliki. ”Syukur, dapat rezeki menjadi juara satu. Ibu dan sepupu hadir langsung saat malam grand final,” ujar cewek berusia 21 tahun ini.
Ketika berlangsung malam grand final pada posisi delapan besar, Adel mendapat pertanyaan mengenai cagar budaya yang belum mendapat perlindungan hukum. Selanjutnya, pada lima besar ia mendapat kesempatan untuk menyampaikan orasi dengan tema perkembangan pembangunan ekonomi kreatif. Adel pun menjelaskannya dalam bahasa Inggris yang begitu fasih.
”Adel tahu tidak semua yang ada di dalam ruangan waktu itu mengerti bahasa Inggris. Adel kemudian mengajak dan menyampaikan kepada mereka dengan menggunakan bahasa daerah (Makassar),” terangnya sambil mempraktikkan bahasa Makassar yang disampaikannya.
Renaldi juga menjelaskan tentang cagar budaya yang menjadi favorit dari kerajaan Gowa. Ia lalu mengangkat kisah tentang Daeng Pamatte, orang yang sampai hari ini jasanya masih sering digunakan. Ia merupakan pencipta aksara Lontara.

”Saya sengaja memilih kisah ini agar bisa ditahu oleh dunia internasional, bahwa ada seorang tokoh yang hidup di pemerintahan Raja Gowa ke-IX berhasil menciptakan aksara Lontara. Ini sangat jarang terekspos. Sebagai duta wisata, hal ini penting untuk disampaikan kepada orang-orang bahwa ada tokoh seperti ini,” tandasnya.
Ditanya tentang planning di tahun 2022, Renaldi mengaku akan fokus untuk mengemban jabatan sebagai Taurungka Gowa 2021 hingga ada yang kembali terpilih di tahun 2022. ”Aktivitas organisasi sudah selesai, kegiatan di komunitas berjalan beriringan, dan tentunya menjadi SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat,” jelasnya.
Demikian pula dengan Adel, akan fokus mengemban tugas sebagai Duta Wisata. Mengerjakan program kerja, serta fokus menyelesaikan proposal untuk skripsi. (*/rus)

Exit mobile version