MAKASSAR, BKM — Tahun ini, Pemerintah Kota Makassar merencanakan pembangunan pedesterian melayang yang disebut Japparate. Fasilitas umum ini akan menyusuri Pantai Losari. Rutenya mulai dari Benteng Rotterdam hingga Mal Pinisi Point (Pipo) yang berada di kawasan Metro Tanjung Bunga.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Helmy Budiman, mengatakan Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran senilai Rp20 miliar melalui APBD Pokok 2022 untuk merealisasikan program tersebut. Pihaknya melibatkan akademisi Unhas untuk mengkaji kelayakan atau feasibility studynya (FS). Pembangunan Japparate ini masuk dalam bagian restorasi Pantai Losari yang memang rencananya akan ditata secara besar-besaran.
“Jadi Pemkot Makassar menyiapkan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk penataan kawasan Pantai Losari. Sebanyak Rp20 miliar untuk penataan pelataran Losari, sementara Rp20 miliar untuk Japparate,” ungkap Helmy, Senin (3/1).
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto menegaskan, jalur pedesterian melayang itu rencananya akan dibangun sekira 3,5 kilometer (KM), lebar 6 meter, dan tinggi hingga 4,1 meter.
Selain pejalan kaki, jalur pedesterian itu juga diperuntukkan bagi pesepeda. Danny menjamin, jalur tersebut tidak akan mengganggu arus lalu lintas di sepanjang Jalan Ujung Pandang hingga Jalan Metro Tanjung Bunga.
”Pokoknya nanti Insyaallah bangga Makassar punya itu. Jadi konsep desainnya akan sama dengan jembatan penyeberangan. Masyarakat bisa menikmati sunset, sunrise sambil jogging atau bersepeda,” ungkap Danny.
Merespons rencana itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Yeni Rahman, meminta kepada pemkot untuk terlebih dahulu mematangkan konsepnya agar bisa terkontrol. Ia bahkan mengaku belum mengetahui apakah ada lanjutan proyek pedesterian lantai dua di Losari.
Yeni juga mengingatkan, bahwa pemerintah tidak seharusnya menggelontorkan anggaran di saat tidak stabilnya perekonomian. “Saya belum tahu soal itu. Tapi kalau saya ditanya, pemerintah ini harusnya hemat dalam penganggaran. Sebenarnya ada sesuatu yang bisa disederhanakan, karena kita semua tahu PAD dan perekonomian Makassar tidak stabil,” terangnya, kemarin.
Legislator Fraksi PKS Makassar mengungkap, bahwa ada beberapa proyek yang dikerjakan di tahun 2021 kemarin gagal. Ia menilai hal itu diakibatkan oleh perencanaan yang tidak matang oleh Pemkot Makassar.
“Sebagai pemerintah harusnya bijak dan cerdas dalam membuat program yang betul-betul dibutuhkan dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Kasihan, ekonomi sudah terpuruk, kita belanjanya tidak terkontrol,” ujarnya.
Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli, menegaskan rencana proyek tersebut harus terlebih dulu dibahas di komisinya yang membidangi pembangunan. Apalagi sebelumnya, ada pengalaman pada pembangunan pendesterian di Tanjung Metro. Pedesterian melayang di Losari dikhawatirkan akan bernasib sama.
“Tapi itu tergantung dari Pak Wali untuk menjalankan proyek itu. Mungkin saja sudah diusulkan di APBD 2022. Saya hanya minta dibicarakan juga dengan kami. Karena pengalaman sebelumnya ada yang mandek,” tandasnya. (rhm-ita)
