MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini sebesar Rp2 triliun.Untuk mewujudkan target tersebut, menurut Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, potensi-potensi pajak yang ada perlu digenjot.
Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan revolusi pendapatan dengan membuka peluang potensi baru yang bisa menghasilkan. Selama ini PAD Kota Makassar bersumber dari dua sektor yakni perpajakan dan retribusi.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Firman Pagarra, mengatakan, akan mengejar target PAD sebesar Rp2 triliun sebagaimana yang diperintahkan wali kota.
Begitu pun dengan target pajak sebesar Rp1,6 triliun dan retribusi sebesar Rp400 miliar.
Bapenda akan menerapkan dua hal untuk mencapai target tersebut. Pertama melalui master penataan reklame dan kedua adalah digitalisasi pajak.
Master penataan reklame, kata Firman, adalah upaya untuk meningkatkan seluruh reklame. Firman menambahkan, pihaknya telah membuat aplikasi untuk reklame. Pihaknya juga akan lebih menggenjot perizinan reklame di Kota Makassar.
“Master digitalisasi pajak lebih ke seluruh jenis pajak daerah akan kami digitalisasi. Sekarang sudah mulai mendigitalisasi PBB. Dan sekarang masyarakat sudah bisa membayar PBB di beberapa tempat seperti Tokopedia, Go-Jek dan Grab,” ungkap Firman.
Selain itu, Bapenda juga akan melakukan asesmen terhadap hotel dan restoran.
“Kita ketahui bahwa hotel dan restoran merupakan tim asesmen yang disinkronkan oleh wajib pajaknya. Ini akan kami maksimalkan,” tambahnya. (rhm)
