MAKASSAR, BKM — Tahun ini, Pemerintah Kota Makassar akan menghadirkan 1.000 lorong wisata.Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan untuk menyukseskan program yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Makassar.
Diantara Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, hingga Dinas Kominfo. Termasuk jajaran camat hingga lurah.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menunjuk Dinas Ketahanan Pangan (DKP) sebagai leading sektor.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Ferdy Mohtar menjelaskan, khusus untuk DKP, ditargetkan bisa menghadirkan 500 lorong wisata.
Untuk itu, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp17 miliar untuk sejumlah kegiatan yang akan dilakukan. Mulai dari belanja jasa tenaga ahli, desain lorong, tim yang bekerja, hingga ke tanaman yang dibudidayakan dan beberapa item kegiatan lainnya.
Dia melanjutkan, untuk program lorong wisata binaan DKP, disasar wilayah-wilayah yang dengan prasyarat teknis, misalnya punya ruang yang cukup untuk bercocok tanam, akses untuk mendapat sinar matahari yang memadai, memiliki sumber air yang cukup.
“Jadi kita sudah melakukan kajian dan turun survey ke seluruh wilayah di Makassar, mana saja yang cocok untuk program ini. Itu dilakukan selama enam bulan,” ungkap Ferdy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/1).
Setelah melakukan survey dan pemetaan kluster, pembuatan lorong wisata binaan DKP lebih berpotensi dilakukan di Kecamatan Biringkanaya, Tamalate, Tamalanrea, dan Manggala.
Sementara itu, kelompok-kelompok masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan lorong wisata ini diminta untuk mengajukan proposal. Bagi yang memenuhi syarat maka akan dilibatkan dalam program ini.
“Proposal yang masuk kita seleksi. Selain itu kami minta pendampingan termasuk dari BPKP, jangan sampai nanti ada kelompok-kelompok siluman yang ingin ikut terlibat,” tambahnya.
Dalam menyukseskan program strategis Wali Kota Makassar ini, tambah Ferdy, pihaknya tetap berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder terkait.
Misalnya Dinas Pekerja Umum membenahi infrastruktur dasar seperti kelengkapan drainase, penataan paving blok, hingga lampu jalan.
Sebelumnya Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan Lorong Wisata sendiri merupakan konsep serial terakhir pada lorong.
Setelah sebelumnya, di periode pertama dia menggagas Lorong Garden dan Badan Usaha Lorong.
“Setelah serial lorong sebelumnya yakni lorong garden dan Badan Usaha lorong ini ada lorong wisata. Kita akan buat sebanyak 1.000 wisata dan co’mo akan bertugas mengelilingi setiap lorong dan mengakomodir 15 kecamatan secara gratis,” sebutnya.
Karenanya, Danny berharap program ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat agar UMKM pada lorong bisa bangkit dan memulihkan ekonomi di Kota Makassar sesuai dengan program yang terangkum dalam Makassar Recover. (rhm)
