MAKASSAR, BKM – Pemerintah Kota Makassar berencana melakukan evaluasi terhadap seluruh guru honorer yang ada di kota Makassar, meski mereka telah mengikuti tes calon laskar pelangi.
Evaluasi tersebut kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim, akan menjadi salah satu titik fokus dalam mengawali tugasnya sebagai kepala dinas.
Dia menekankan, evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk guru honorer.
Selain itu, untuk mengetahui efektivitas dan kebutuhan sekolah terhadap guru honorer.
“Kita akan melihat apakah jumlah guru disini kurang atau justru sebaliknya. Kita perlu data terkait itu. Jangan sampai ada guru yang mengajar tidak sesuai kualifikasinya,” kata Muhyiddin Mustakim saat dikonfirmasi.
Untuk total dan anggaran guru, jelas Muhyiddin, belum ia ketahui pasti. “Makanya saya mau survei juga untuk tahu itu,” ucapnya.
Diketahui baru-baru ini pemerintah kota Makassar telah melakukan rekrutmen laskar pelangi termasuk guru.
Sementara APBD 2022, anggaran belanja Dinas Pendidikan tembus Rp1 triliun. Terbesar dibandingkan OPD lain.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba yang sebelumnya menjabat, mengatakan, Disdik butuh anggaran besar. Apalagi secara umum mereka punya sumber daya manusia (SDM) yang besar.
Salah satu pos anggaran yang paling besar adalah gaji tenaga kontrak. Hingga saat ini, total ada dua ribu orang yang dibayar melalui APBD. Belum lagi dana bantuan operasional sekolah (OPD) dan dana sertifikasi guru.”Rp1 triliun itu bukan murni APBD, ada dana dari pusat untuk BOS, sertifikasi, dan lain-lain,” kata Nielma, beberapa waktu lalu.
Nielma menjelaskan, ada juga anggaran yang bersumber dari APBD murni Pemkot Makassar dialihkan untuk menjalankan program prioritas Pemkot Makassar di bidang pendidikan.
“Misalnya, rehabilitasi sekolah, pembangunan sekolah terintegritas, dan kegiatan infrastruktur lainnya di Dinas Pendidikan,” bebernya. (rhm)
