MAMASA, BKM.COM–Bangunan Hotel Sekolah Menengah Kejuruan Parawisata Mamasa, Sulawesi barat, berpotensi longsor, menyusul terjadinya pergerakan tanah, Jumat 07/01/21.
Sebelumnya di wilayah itu diguyur hujan deras dan gempa bumi yang berturut-turut, sehingga kini rekahannya diperkirakan panjang 50 meter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Awak Media, pergerakan tanah yang mengancam sejumlah bangunan sekolah, termasuk satu bangunan Restoran. Yang terjadi di bulan November tahun 2021 diguyur hujan deras disertai gempa bumi.
Akibatnya teras bangunan Hotel SMKN Parawisata mengalami retakan.
SMKN Parawisata Mamasa, mendapatkan anggaran dari APBN tahun 2020, untuk beberapa item pekerjaan bangunan, termasuk Bangunan Hotel dan Restoran.
Ketua Panitia pembangunan SMKN Parawisata Mamasa, Irwanto kepada wartawan mengatakan beberapa bulan lalu diguyur hujan deras tiga hari tiga malam tidak ada berhenti hujan sehingga terjadi pergeseran tanah didepan Hotel dan retakan di teras.
” Beberapa bulan lalu diguyur hujan deras, waktu itu tiga hari tiga malam hujan tidak berhenti dari pagi sampai pagi juga disertai gempa bumi yang berturut-turut” katanya.
Ia menjelaskan atas kejadian tersebut Komite Sekolah SMKN Parawisata Mamasa, membangun tangga didepan bangunan Hotel.
” Kami Swadaya tangga didepan bangunan Hotel pak, karena kwatir akan adanya hal yang tidak diinginkan, namun karena hujan terus sehingga tangga yang kami bangun hampir ambruk” Jelas Irwanto.
Ditempat terpisah Kepala Sekolah SMKN Parawisata Mamasa, Rismawaty Sulo, mengatakan pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membangun talud di dua titik yang rawan longsor yang ada di SMKN Parawisata Mamasa.
” Kasian bangunan semewah ini, kalau tidak diperhatikan kalau bisa ada perhatian pemerintah untuk membangun talud, karena Kami juga kwatir mengajar disekolah jika terjadi hujan deras,”tandasnya.(*)
