MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar masih fokus melakukan vaksinasi untuk warganya.Selain menuntaskan vaksinasi tahap I dan tahap II, rencananya Pemkot Makassar mulai akan melakukan vaksinasi covid-19 untuk jenis booster.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan, pihaknya mulai akan mengintensifkan pemberian vaksin booster kepada warga, khususnya bagi mereka yang sudah melakukan vaksinasi tahap kedua.
“Tanggal 12 (Januari) kita mulai vaksin booster bagi mereka yang layak untuk divaksin. Semua yang sudah melewati dosis kedua,” ungkap Danny saat ditemui di kantor Wali Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Senin (10/1).
Dia mengatakan, yang menjadi prioritas utama saat ini adalah mereka yang bertugas pada pelayanan publik. Utamanya tenaga kesehatan, ASN, dan lainnya.
“Yang mau divaksin booster adalah semua yang sudah vaksin dosis dua, terutama yang bersentuhan dengan pelayanan publik,” jelasnya.
Selain vaksinasi booster, kata Danny, pihaknya juga masih akan fokus pada vaksinasi lansia yang saat ini persentasenya masih rendah.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah memberi target kepada semua ASN, termasuk Laskar Pelangi yang nantinya terpilih membawa satu lansia yang memenuhi kelaikan untuk divaksin.
Selama ini, kata dia, banyak lansia yang sebenarnya ingin divaksin namun tidak memenuhi syarat. Misalnya karena tekanan darahnya tinggi.
“Jadi saya bilang, sebelum dibawa vaksin, hibur dulu orang tuanya. Kasih senang hatinya. Tapi jangan kasih makan coto dulu karena nanti tekananan darahnya jadi tinggi,” kata Danny berkelakar.
Dia mengatakan, kenapa Makassar hingga saat ini belum bisa melakukan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun, karena vaksinasi lansianya masih rendah.
Syarat vaksinasi untuk anak SD jika vaksinasi untuk lansia sudah berada di angkat 60 persen. Sementara Makassar saat ini masih di bawah persentase tersebut.
Menurut Danny, saat ini pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada seluruh masyarakat untuk mencapai target kesehatan dengan vaksinasi hingga 100 persen.
“Saat ini kita telah mencapai angka vaksin 80 persen, untuk mencapai target 100 persen, usaha usaha yang kita lakukan tentunya segera melaksanakan vaksin bagi anak usia 6 sampai 12 tahun,” kata Danny.(rhm)
