pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemprov Konsultasi ke Balai Cagar Budaya

Sikapi Kerusakan di Lokasi Benteng Somba Opu

MAKASSAR, BKM — Kawasan Benteng Somba Opu yang merupakan saksi perlawanan terhadap penjajahan Belanda, kini terabaikan.
Dalam sejarahnya, benteng ini pernah diperkuat meriam-meriam berat. Salah satunya masih ada di benteng ini, sebuah meriam yang panjangnya sekitar 9 meter.

Benteng ini tidak hanya menjadi pusat pertahanan Kerajaan Gowa, tetapi juga pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan pelabuhan. Banyak pedagang baik dari daerah lain seperti Bugis-Makassar, Melayu, Asia dan bahkan Eropa melakukan perdagangan di sini.
Namun, kondisinya kini memprihatinkan. Tak terawat dan banyak aksesnya rusak. Bahkan kawasan rumah adat dinilai sudah tidak layak.
Padahal, dalam Benteng Somba Opu dihiasi 25 rumah adat kabupaten/kota yang berjejer di objek wisata ini. Ada pula baruga milik pemprov Sulsel.

Meski menyandang nama besar, Benteng Somba Opu sebenarnya sudah tidak lagi berwujud ‘benteng’. Kerusakan taman budaya di beberapa rumah adat diabaikan oleh pemerintah.
Rumah adat yang berjejeran di area wisata sebagian rusak parah. Tidak terawat, atap bocor bahkan, papannya rapuh. Seperti rumah adat Toraja, Takalar, Sidrap, Mamuju dan Wajo. Wisatawan yang datang ke lokasi cagar budaya tersebut juga mengalami penurunan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel pun tak menampik, kerusakan di Benteng Somba Opu. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, Prof Muhammad Jufri, mengatakan, pihaknya melakukan pertemuan dengan unsur unsur yang terlibat dengan Benteng Somba Opu.

Untuk penataan kawasan Benteng Somba Opu, jelas Muhammad Jufri, akan dikonsultasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya. Kata dia, revitalisasi kawasan cagar budaya seperti Benteng Somba Opu punya aturan.
“Ada zona inti yang tidak bisa diubah sedikitpun. Juga ada zona pengembangan, ini yang bisa dilakukan perubahan-perubahan. Jadi sebelum kita poles, kita akan konsultasi dahulu,” tuturnya.
Bahkan kata Jufri, pemprov hanya punya lima asset di Benteng Somba Opu yakni gedung serba guna, Patitingaloang, Rumah adat Bugis, Kajang dan Mandar, selebihnya daerah masing masing dan Balai Cagar Budaya. “Aset kami hanya lima dan waktu dekat kami akan melakukan penertiban aset karena di Benteng Somba Opu bukan hanya Dinas Pariwisata saja,” jelas Prof Muhammad Jufri,kemarin. (jun)




×


Pemprov Konsultasi ke Balai Cagar Budaya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link