MAKASSAR, BKM–Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyebut pasar burung menyimpan potensi luar biasa sebagai tujuan wisata di samping lokasi pengembangbiakan berbagai macam burung, termasuk jenis langka seperti Jalak Bali.
Untuk itu, Muhaimin yang juga Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra mendorong pemerintah untuk memberi backup dan dukungan penuh agar pasar burung menjadi pusat wisata yang menarik sekaligus mendorong tumbuh-kembangnya spesies burung-burung yang langka.
“Ternyata kita agak kelupaan bahwa pasar burung ini adalah tujuan wisata yang sangat penting dan berkontribusi secara ekonomi yang dampak ekonominya sangat besar. Di sisi lain pasar burung ini juga menjadi tempat pengembangbiakan burung-burung langka,”ujar Muhaimin saat menyambangi Pasar Burung Pramuka Jakarta, Rabu (12/1).
Di sisi lain, Muhaimin yang juga bakal calon presiden ini menilai perhatian pemerintah terhadap pasar burung dan komunitas-komunitas pecinta burung masih belum optimal. Padahal mereka punya peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama bagi para pecinta burung.
Menurut Muhaimin, banyak masyarakat yang menggantungkan ekonominya dalam rantai kegiatan komunitas burung berkicau seperti penangkar burung, penangkar jangkrik, pengrajin kendang juga penjual obat-obatan.
“Sejauh ini belum ada perhatian serius dari pemerintah, hanya pada satu aspek saja, yaitu perlindungan hewan-hewan langka. Yang perlu diingat bahwa kita bisa mengembangbiakkan (burung-burung langka) dengan baik,”jelas Muhaimin seperti rilis yang dikirim ke redaksi kemarin.
Secara khusus Muhaimin berharap agar pemerintah dapat menindaklanjuti dua hal, pertama renovasi yang layak agar pasar burung punya kemampuan untuk menampung seluruh pedagang pasar sekaligus untuk wisata.
Kedua, lanjut dia, perbaikan peraturan-peraturan pemerintah yang memberi keleluasaan bagi para pecinta burung sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi para penggemarnya yang sangat banyak di Indonesia.
“PP 20 tahun 2018 mestinya dibikin serigid mungkin. DPR RI bukan hanya akan menjembatani, tapi akan memanggil pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup. Pemerintah merenovasi ini sangat mudah, anggaran pasti ada baik Pemda maupun APBN. Kementerian Perdagangan saya harap untuk memperhatikan jumlah kebutuhan transaksi supaya lebih optimal lagi,”tukas Gus Muhaimin. (rif)
