Site icon Berita Kota Makassar

PDAM Makassar Rombak Total Pejabat Struktural

MAKASSAR, BKM — Perusahan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar merombak dan mengganti hampir seluruh pejabat strukturalnya. Sekitar 70 pejabat baru dengan jabatan mulai kepala seksi hingga kepala bagian dilantik Rabu (12/1), di aula PDAM Makassar, Jalan Ratulangi.

Pejabat baru tersebut dilantik oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh Anshar yang juga merupakan salah seorang Dewan Pengawas PDAM yang ditunjuk oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto bulan lalu.
Pelantikan berlangsung tertutup. Rekan media tidak diperkenankan masuk untuk meliput kegiatan tersebut. Pintu ruangan dijaga ketat oleh aparat keamanan.

Usai pelantikan, Sekda Makassar Muh Anshar menjelaskan bersama jajaran direksi, pihaknya memang diberi tugas untuk melakukan penataan total di seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Salah satunya adalah PDAM.
Salah satu yang dilakukan adalah penataan pegawai. Karenanya beberapa waktu lalu, PDAM melakukan asesmen untuk mengetahui kapasitas dan potensi seluruh pegawai, khususnya pejabat di perusahaan pelat merah milik Pemkot Makassar tersebut.
“Penataan pegawai dalam arti bukan cuma pejabat, termasuk stafnya. Jadi mereka ditempatkan pada posisi-posisi yang ada sesuai dengan mekanisme dan keahlian masing-masing,” kata Muh Anshar.
Dia berharap para pejabat yang dilantik bisa bekerja secara maksimal dan mampu merealisasikan apa yang menjadi target dan keinginan Wali Kota Makassar.

Sementara itu, salah satu direksi PDAM, Beni Iskandar menerangkan pelantikan yang dilakukan tersebut bagian dari penataan manajemen.
“Kita berharap langkah yang dilakukan direksi ini bisa sesuai dengan apa yang telah dicanangkan,” ungkap Beni.
Dia melanjutkan, ada beberapa poin yang menjadi fokus penataan di PDAM. Diantaranya melakukan transformasi dan restrukturisasi kelembagaan hingga tugas pelayanan semakin baik dan maksimal.
Dia menjamin penempatan pejabat sesuai dengan asesment yang telah dilakukan.
“Penempatan dalam jabatan berdasarkan asesement, rekam jejak dan wawancara. Nilai tertinggi dari tiga komponen itulah yang dipromosi dari staf jadi seksi, dari seksi jadi kayak tidak ada lagi yang loncat,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version