pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Anggaran Talud Lapangan Desa Tuttula Disorot

POLMAN, BKM — Anggaran pekerjaan bangunan rehab talud Lapangan Dusun Tuttula DesaTuttula Kecamatan Tapango Kabupaten Polman dengan panjang 38
meter sebesar Rp 46 juta lebih menuai sorotan. Proyek tersebut dikejakan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Tuttula.

Kades Tuttula Kecamatan Tapango Kabupaten Polman, Syamsuddin menjelaskan jumlah anggaran rehab talud lapangan mencapai Rp 46 juta lebih. Anggarannya Rp 1 juta permeternya. Alasannya pekerjaan dan barang galian serta penempatan materialnya banyak digunakan dan dikerja dengan timbunan.
Menurutnya Taludnya tidak bisa kalau jika tidak tinggi, karena kalau dilihat
anggarannya memang tergolong tinggi tetapi jika dikerjakan dan yang kerja disitu
berapa orang penggalian dan pengangkatan banyak sekali. Hal yang dikerjakan disitu bukan cuma itu saja, yah kalau yang pasangnya gampang cukup tenaga saja yang dibutuhkan.
”Tapi angkatnya batu disitu dan sebagainya. Pokoknya berapa disitu kemarin habis kalau kita lihat bangunannya secara sepintas memang tinggi anggarannya, tapi pengeluarannya luar biasa. Kemarin saya bilang Rp 40 juta kayaknya agak tinggi, tapi setelah dikerja tampaknyabeda ternyata orang yang bikin RAB pintar sekali dan saya mengaku pak,” ucapnya.

Dia menambahkan kalau anggaran mau dicerita, janganmi cerita anggaran kalau sama saya, orang kerja kalau dikalkulasi secara matang memang lebih Rp. 1 juta
permeternya. Tapi permeternya ditambah dengan tenaga lain luar biasa
pekerjaannya, seperti meratakan tanah, menimbun kembali lapangan,
terutama penggalian berapa orang penggalinya lebih berapa banyak,
memang rugi kalau pekerjaan yang rusak mau direhab lebih baik kita
bangun-bangunan baru.
”Kalau kita kalkulasi memang tinggi, tapi pekerjaannya berbeda, disitulah saya mengaku, berarti tehnik itu betul-betul pintar, pada awalnya saya juga bilang agak tinggi anggarannya tapi setelah dikerja apa yang terjadi. Kalau didesa lain mungkin orang kerja barangkali bisa dimenej tapi kalau disini saya tidak bisa,” tambahnya.
Ditambahkan Kades karena masyarakatnya kalau mau kerja itu bekerja. Tapi karena timbunannya itu tidak bisa tidak diperbaiki, digaji semua itu orang kerja kalausaya. Beda kalau orang swadaya, sukarel tidak digaji semua orang. Tapi coba lihat desa yang transparan dengan tidak liahatmi. Lihat tingkat cara penggajiannya, apa-apa saja yang digajikan kepada masyarakat yang kerja, ini perlu diketahui kalau mauki cari betul-betul apa-apa saja yang dibiayai dalam penggajian itu, jangan cuma lihat jadinya.

”Kalau semua digajikan, apa-apa yang dikerja distu dananya pasti habis, tapi kalau semacam swadaya penimbunannya itu pasti beda. Kita juga tidak bisa berhitung berapa semen, berapa material, pasir dan batu pondasi yang digunakan pemeternya, berapa yang dipakai, hal seperti itu tidak bisa juga dihitung seperti itu kalau saya,” paparnya.

Anggarannya talud bersumber dari Dana Desa (APBN) sebesar Rp. 46.276.000 dibagipanjang pekerjaannya 38 meter. Maka anggaran rehab talud permeternya
sebesar Rp. 1.217.789, sehingga dinilai terlalu tinggi akibatnya disorot.
Sementara Bendahara Kelompok Merah Putih Provinsi Sulbar, Pujianto S.
menanggapi besarnya anggaran rehab talud tersebut. Dia menilai anggaran terlalu tinggi dan berharap aparat penegak hukum turun tangan untuk melakukan audit atas penggunaan anggaran atas pekerjaan rehab talud tersebut.
”Sekilas jika dikalkulasi antara volume pekerjaan dengan anggaran yang tersedia, besar anggarannya terkesan tidak rasional dan tidak berpedoman kepada standar harga, jika hasil auditnya terbukti, sebaiknyad itindaklanjuti, ” jelasnya. (*)



×


Anggaran Talud Lapangan Desa Tuttula Disorot

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link