MAROS,BKM.COM–Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Bantimurung, Ruiyah,SPd MPd, melakukan pembangunan Pagar halaman Sekolah SMP 10 Bantimurung yang terletak di Desa Tukamasian, Kec Bantimurung.
Mantan Kepala Sekolah SMP 17 Marusu saat dihubungi wartawan, mengatakan, pembangunan pagar ini dilakukan mengingat karena seringnya hewan ternak liar yang masuk di dalam sekolah sehingga mengganggu dan merusak tanaman yang ada di lingkungan sekolah.
Lahan sekolah SMP 10 Bantimurung sangat luas dan pagar yang ada saat ini belum memadai sehingga hewan ternak sering masuk di pekarangan sekolah. Olehnya itu, kami berupaya mencari bantuan dengan melalui komite sekolah agar pagar halaman sekolah yang cukup luas itu bisa dibangunkan pagar permanen agar binatang ternak tidak lagi masuk halaman sekolah dan siswa-siswi juga bisa lebih nyaman belajar.”Kami bangun pagar per manen dengan harapan halaman sekolah tidak lagi ada binatang ternak masuh disekolah kami” ujar Ruiyah.
Ditambahkan Ruiyah,
Pembangunan pagar sekolah yang sementara berjalan ini adalah upaya keras para pengurus Komite sekolah sehingga mereka menggalan dana dan membangun sendiri. Kami sebagai kepala.sekolah hanya sekedar mengetahui ada kegiatan pembangunan pagar disekolah kami. Upaya yang dilakukan pengurus Komite sekolah dengan cara membangun pagar sekolah dengan tujuan agar anak anaknya yang masih menempuh pendidikan di SMP 10 Bantimurung bisa lebih nyaman belajar. Binatang peliharaan warga sekitar sekolah tidak lagi lalu lalang masuk halaman sekolah kemudian merusak tanaman yang ada didalamnya.
“Mudah-mudahan dengan adanya bangunan pagar sekolah ini binatang ternak serta keindahan dan kebersihan sekolah bisa terjaga dengan baik,” jelas Ruiyah.
Kedepan kata Ruiyah, kami juga berharap dengan dukungan komite sekolah dan dari pemerintah daerah, maka fasilitas lainnya juga dapat dibangun.
Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Maros Andi Patiroi S.Pd M.Pd pada wartawan menyampaikan, bahwa upaya ini merupakan satu kreativitas kepala sekolah dalam melengkapi sarana prasarana dalam mendukung proses pendidikan di sekolahnya.
“Kita ketahui bahwa alokasi dana APBD maupun APBN untuk pembangunan pagar sekolah sangat terbatas hingga kepala sekolah sendiri yang memiliki upaya pendekatan kepada orang tua siswa sehingga mampu membangun pagar sekolahnya.” Ujar Patiroi.
Ditambahkan Patiroi, langka yang dilakukan kepala.SMP 10 Bantimurung dengan cara memperdayakan Komite Sekolah
merupakan inovasi dari kepala sekolah dan guru, bagaimana menciptakan sekolah yang aman dan menjamin keselamatan melalui pagar permanen yang dibangun.
Untuk itu kami berharap, kreativitas ini bisa diikuti oleh kepala sekolah lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Ia mengakui masih ada beberapa sarana pendukung yang perlu ada pembenahan sehingga ia berharap sekolah ini bisa memperoleh anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud.”
kreativitas kepala sekolah ini bisa diikuti oleh kepala sekolah lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.” Tutup Patiroi.(Ari)

