MAKASSAR, BKM — Moda transportasi massal Mamminasata yakni teman bus kembali beroperasi, Minggu (16/1) lalu setelah sempat terhenti hampir satu bulan. Mengenai tarif, Dinas Perhubungan Sulsel melalui UPT Transportasi Mamminasata masih menunggu keputusan dari kementrian perhubungan.
Hal tersebut dikatakan Kepala UPT Transportasi Mamminasata, Prayudi Syamsibar. Bahkan ia menegaskan, jika penentuan tarif adalah kewenangan dari Ditjen Perhubungan Darat.
“Kita menunggu dari kementrian, jangan sampai kita bilang tidak ada tarif tau tau keluar tarif. Jangan sampai saya bilang diberlakukan, ternyata belum.Apakah bulan depan atau minggu,” tegas Prayudi Syamsibar, Senin (17/1).
Apalagi, kata Prayudi, kementrian tengah mempersiapkan peraturan pemerintah (PP) untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk Mamminasata semua keeempat koorridor jalan.
Terpisah, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan tarif berbayar pada program Teman Bus yang kini masih gratis. Berapa tarifnya?
Dari laman Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub, menjelaskan bahwa tarif angkutan massal berbasis jalan dengan skema pembelian layanan (buy the service/BTS) itu akan berbeda di masing-masing setiap daerah.
Untuk masalah tarif saat ini masih berproses karena tarif ini dimana nantinya akan ditentukan menggunakan sistem tarif volatil, sehingga nantinya antara masing-masing daerah dengan daerah lain itu bisa saja terjadi terhadap nilai tarif yang berbeda.
Rumusan yang diusulkan oleh Ditjen Hubdat kepada Kementerian Keuangan adalah tarif volatil. Nantinya ada beberapa parameter penetapan besaran tarif dengan mempertimbangkan kearifan lokal tiap daerah dan lain sebagainya. Dengan demikian bisa terjadi perbedaan tarif bus.
Namun pihaknya sudah membuat simulasi tarif sehingga diperoleh tarif rata-rata untuk pelajar Rp 2.000 dan masyarakat umum Rp 3.500.
Pada simulasi awal untuk tarif pelajar ini rata-rata adalah Rp 2.000, untuk orang umum atau masyarakat umum rata-rata Rp 3.500. Tapi tentunya ini nilai rata-rata. Tentunya tidak menutup kemungkinan karena saat ini masih berproses, karena bila memasukkan tingkat kemahalan harga bisa saja nanti tarif yang ada di Makassar dengan daerah lain ada perbedaan nilai.
Pihak Ditjen Hubdat sudah mempersiapkan perangkat pendukung tiket nontunai (cashless), misalnya adalah mesin untuk mengisi ulang saldo yang nantinya digunakan sebagai alat pembayaran tiket pada Februari. Dengan demikian mulai bulan depan ada kemungkinan Teman Bus tak lagi gratis.
Untuk pemberlakuan tarif Ditjen Hubdat akan memperbanyak alat top up dan sebagainya.(jun-int)
