MAKASSAR, BKM — Perayaan ulang tahu (ultah) pelajar yang digelar di Tanjung Anging Mammiri, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, berakhir tragedi. Dua orang dari mereka menemui ajal usai tersapu ombak tinggi.
Mereka adalah Fahmi (14), warga Jalan Sunu, Kompleks Unhas, dan Alim (14), beralamat di Jalan Kandea IV. Keduanya merupakan pelajar kelas II salah satu SMP di Makassar. Satu lainnya berhasil selamat.
Peristiwa bermula ketika pada hari Minggu (16/1) pukul 11.00 Wita, korban bersama rekannya datang ke pantai. Walau ombak sedang tinggi, mereka tetap turun untuk mandi.
Menurut keterangan seorang saksi, sekitar pukul 11.30 Wita ia sedang makan siang di tepi panti bersama dengan cucunya. Tetiba datang seorang anak yang menangis meminta tolong. Ia menyampaikan bahwa dua orang temannya tenggelam saat berenang di tepi pantai.
Saksi bersama anak tersebut langsung menuju lokasi kejadian. Terlihat korban sudah terombang-ambing terseret ombak. Saksi kemudian meminta kepada pengunjung pantai untuk memberikan pertolongan kepada korban.
Seorang saksi lainnya menuturkan, awalnya ia mendengar suara meminta tolong bahwa ada anak yang tenggelam di pinggir pantai. Saksi langsung berlari ke TKP dan berenang ke tengah pantai untuk menolong korban,. Namun akibat cuaca dan ombak yang tinggi, saksi sulit memberikan pertolongan dan korban terseret ombak hingga ke tengah laut.
Tim SAR Gabungan yang mendapat laporan ada dua orang anak tenggelam langsung turun melakukan pencarian. Pada malam hari, baru satu korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jasad Halim kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
“Karena sudah malam dan cuaca buruk, tim SAR menghentikan pencarian. Satu orang korban tenggelam ditemukan meninggal dunia. Pada pukul 23.50 Wita, keluarga korban langsung membawa jenazah Halim ke rumah duka di Jalan Kandea 3 lorong 3 Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo,” terang Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando yang dikonfirmasi, Senin (17/1).
Terkait kejadian tersebut, aparat Polsek Tamalate telah memeriksa beberapa saksi di TKP. Masing-masing Musfalifa (54) warga Pampang, dan Alwan (34), beralamat di Jalan Taman Toraja, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate. Selain itu, polisi juga mendatangi TKP dipimpin Pawas Iptu M Rodja, Kanit Sabhara Polsek Tamalate.
Pada hari Senin (17/1), pencarian kembali dilanjutkan. Sekitar pukul 09.45 Wita tubuh Fahmi ditemukan dengan kondisi tak bernyawa. Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Tidak lama kemudian diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. (jul)
