Site icon Berita Kota Makassar

Awalnya Gunakan Tripleks Bekas Bangunan

MENDIRIKAN sebuah usaha sendiri tidaklah mudah, banyak aspek penunjang yang harus dimiliki oleh pengusaha agar usaha yang mereka bangun tidak mengalami kebangkrutan. Seperti halnya yang dilakoni Alfian yang berhasil merintis usaha sablon.

Laporan:FACHRUL AWALIL ILMI

“Beberapa aspek yang harus di miliki seorang pelaku usaha yakni tidak mudah putus asa serta terus belajar dari kesalahan”.Aspek tersebutlah yang di pegang teguh oleh Alfian.
Sosok anak muda yang berhasil merintis usaha clothing (sablon) nya sendiri, sejak masih menduduki bangku sekolah menengah atas (SMA) hingga saat ini.
“Saya mengenal usaha sablon ini dari rekan saya yang juga senior saya saat berada di bangku SMA. Dari situlah saya mulai belajar dan memiliki inisiatif sendiri untuk mendirikan usaha seperti ini,” ungkap Alfian sembari menyusun baju baju yang akan dia sablon, Selasa (18/01).
Sosok pemuda pelaku usaha sablon ini menamakan usahanya Kahfi Clothing yang terletak di wilayah Biringkanayya, tepatnya di Perum Mangga Tiga Permai. Usaha yang ia bangun secara mandiri ini sudah berhasil meraup omset perbulan yang tidak sedikit dan sudah memiliki karyawan.
“Awal saya merintis usaha ini hanya menggunakan papan dan tripleks bekas pekerjaan bangunan di sekitaran rumah, dan bekerja di teras halaman rumah. Alhamdulillah saat ini saya sudah bisa menyewa kontrakan untuk dijadikan pusat pengerjaan usaha sablon saya ini, dan sudah menggunakan alat alat yang tergolong lebih maju dari sebelumnya.” ujar Alfian di depan penulis.

Alfian merupakan pemuda yang baru berumur 20 tahun, merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara. Ia merupakan mahasiswa semester lima di salah satu universitas terkemuka, yakni PNUP (Politeknik Negeri Ujung Pandang).
“Saya merupakan mahasiswa PNUP dan sangat suka dalam berorganisasi ,baik di lingkungan kampus maupun kelompok komunitas di luar kampus,” lanjutnya.
Kesukaan dalam berorganisasi baik di lingkungan kampus maupun komunitas di luar kampus ini, Alfian maanfaatkan untuk mempromosikan usahanya serta menabah konsumen yang akan menggunakan jasanya dalam menyablon baju.
“Kecintaan saya dalam berorganisasi menghasilkan keuntungan bagi saya, seperti kata pepatah menyelam sambil meminum air itu yang saya rasakan saat ini, organisasi saya jalan, usaha saya juga tetap berjalan,” ujarnya.

Kegelutan dan proses yang tidak mudah dalam membangun usaha semata-mata karena berkat motivasi serta dorongan dari keluarga serta kerabatnya.
Alfian juga menyampaikan harapan serta sedikit masukan kepada para pemuda yang ingin merintis usaha agar tetap sabar dan pintar dalam melirik peluang.
“Kepada para pemuda pelaku usaha yang baru merintis usahanya jangan pernah menyerah teruslah bersabar. Ingat umur bukanlah tolak ukur untuk mencapai kesuksesan, umur bukan pula suatu persyaratan dalam membuat usaha, berapapun umurmu baik tua maupun muda selama engkau tekun dalam menjalankan usahamu serta pintar dalam melirik peluang bisnis kelak kau akan menikmati hasil yang melebihi impianmu,” Alfian.(*)

Exit mobile version