MAKASSAR, BKM–Legislator Partai Golkar DPRD Sulsel John Rende mangontan (JRM) meminta kepada Dinas Pendidikan Sulsel agar lebih memperhatikan sekolah yang telah dibangun karena menurutnya akhir-akhir ini banyak bencana alam yang sangat luar biasa, utamanya di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara yang merupakan daerah perbukitan.
Permintaan JRM disampaikan pada rapat evaluasi di Komisi E DPRD Sulsel.
“Saya melihat sekolah-sekolah yang dimiliki oleh pemerintah itu memang sudah representatif tetapi kadang-kadang tidak pernah dievaluasi daripada kondisi sekolah itu sendiri,” katanya.
Menurut JRM, hal itu menjadi perhatian dirinya saat beberapa kali melakukan kunjungan spesifik di sekolah-sekolah diantaranya SMK 4 Makale, yang salah satu bangunan sekolah tersebut belum pernah dipakai sudah rusak akibat tidak diperhatikan dengan struktur tanah yang ada di sekitar situ.
“Ini sangat penting bagaimana dipikirkan ke depan untuk mengamankan posisi bangunan yang sudah ada di sekitar sekolah. Dan juga sekolah yang sudah terbangun perlu kita pikirkan juga untuk penguatan tebing-tebing yang ada di sekitar bangunan tersebut,” tuturnya.
Menurutnya, dirinya juga mengingatkan Dinas Pendidikan Provinsi sekaligus berterima kasih karena tahun ini anggaran pematangan lahan untuk SMA Negeri 14 sudah turun sebesar 1,5 miliar, tetapi melihat kerusakan kalau tidak salah mencapai 75 persen karena sudah longsor.
“Jadi berharap tahun 2022/ 2023 ada kebijakan suntikan dana atau tidak pada anggaran perubahan karena anak- anak kita harus belajar dengan nyaman dan rasa aman karena sekarang harus belajar dibawa pohon” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Imran Jausi menegaskan bahwa semua sekolah yang rusak akan di perhatikan oleh pihaknya termasuk SMK 4 Makale akan di perhatikan namun tidak bisa menggunakan dana BOS karena nilainya yang cukup besar sehingga harus menggunakan dana APBD.
“Ini menjadi kepedulian kita untuk sekolah sekolah yang mengalami kerusakan akan diperhatikan,” tegasnya. (rif)
