Site icon Berita Kota Makassar

Pembangunan Desa Rappang Barat Menggembirakan

POMAN, BKM — Pembangunan Desa sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tetingggal dan Transmigrasi RI Nomor 6 tahun 2020 dikatakan pembangunan desa adalah upaya peningkatankualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraanmasyarakat desa.

Sedangkan pemberdayaan masyarakat adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan
pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaan serta
memamfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program kegiatan
dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas
kebutuhan masyarakat desa.
Kades Rappang Barat Aco Alimuddin mampu mencermati, memahami dan mengimplementasikan setiap gerak langkah pembangunan Desa Rappang Barat sebagaimana amanat permendesa tersebut sehingga daritahun ke tahun pembangunan desa yang dinahkodainya mengalami kemajuandan berkembang setahap demi setahap melalui pembangunan desa menujuDesa Mandiri.
Desa Rappang Barat sukses membangunan desamelalui pembangunan drainase dan jalan tani, drainase dibangunsepanjang sekitar 200 meter dan cukup dalam sehingga efektif untuk membuang air dari sawah dan lapangan sepakbola pada saat musim hujan, maklum selama ini dilokasi tersebut rawan banjir.
Kades Rappang Barat Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar, Aco Alimuddin membenarkan drainase yang dibuat tersebut memang perlu lebih lebar dan cukup dalam karena jika konstruksinya tidak seperti itu maka genangan air dari lapangan sepakbola tidak bisa terbuang melalui drainase jika tidak dibuat
seperti itu.

”Jadi bentuk dan kapasitas drainase mesti berbeda dengan drainase lain jika lokasinya berfungsi normal sebagai dainase biar tidak dikasi besar dan dalam seperti itu. Karena drainase disitu mustid ibuat agak turun kebawah agar pembuangan air dari sawah bisa mengalir turun, kalau drainasenya lebih tinggi dari sawah maka airnya tidak bisa mengalir ke drainase,” ujar Kades.
Sawah disekitarnya lebih rendah dari pada bangunan drainase jadi air
harus memutar dulu terbuang kelapangan makanya drainase tersebut harus
lebih rendah daripada sawah, kapan drainasenya tidak dibuat seperti
itu maka lapangan akan menjadi empang oleh genangan air banjir apalagi
disaat musim hujan.

”Kalau nanti pembangunan dainase sudah selesai dilanjutkan pembangunan
jalan disamping lapangan dibenahi sebagai persiapan lanjutan jalantani ke Dusun Curede. Makanya ia turun tangan bersosialisasi kepada warga bahwa kita akan bangun jalan tani kebelakang dan diharapkan pemilik sawah secara sukarela berpartisifasi atau berkenan mewakafkan tanahnya selebar tiga meter untuk maksud pembangunan jalan tani tersebut,” tambahnya.
Pembangunan jalan tani sesuai rencana panjangnya sekitar 700-800 meter dengan lebar tiga meter mulai dari sudut lapangan Dusun Rappang sampai Dusun Curede.
(*)

Exit mobile version