MAKASSAR, BKM–Jelang pemilu legislatif (pileg) 2024 mendatang, puluhan politisi pindah partai atau loncar pagar kepartai lainnya.
Kondisi ini membuat sejumlah elit partai politik bersaing merekrut para politisi yang sudah tidak nyaman bekerja dipartai sebelumnya.
Hal yang menarik karena tidak sedikit wakil bupati satu partai dengan bupatinya. Demikian pula wakil bupati yang beda partai dengan bupatinya.
Mereka diantaranya Wakil Bupati Selayar Saiful Arif, pindah dari Demokrat ke Partai Golkar. Saiful Arief ditetapkan jadi Ketua Dewan Pertimbangan DPD II Partai Golkar Selayar dalam musyawarah daerah, Minggu (14/2/2021) lalu mendampingi Muh Basli Ali sebagai Ketua DPD II Golkar Selayar.
Saiful Arif meninggalkan Partai Demokrat dan mengikuti jejak Muh Basli Ali yang lebih dulu meninggalkan Partai Gerindra.
Pada pileg 2019 lalu, Saiful Arif sempat maju sebagai calon anggota legislatif DPRD Sulsel dari Partai Demokrat.
Ia maju di daerah pemilihan (dapil) Sulsel 4 meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Selayar.
Selain itu, Wabup Pangkep Syahban Sammana tinggalkan PDIP gabung Nasdem. Wabup Barru Aksa Mappe pensiunan perwira polisi juga gabung Nasdem.
Keduanya resmi dipakaikan seragam Partai Nasdem oleh Wakil Ketua Umum Ahmad Ali dalam Rapat Koordinasi Wilayah di Hotel Claro Jl AP Pettarani Kota Makassar.
Seperti diketahui Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau adalah Ketua DPD Partai Nasdem Pangkep, sedangkan Bupati Barru Suardi Saleh juga adalah Ketua DPD Partai Nasdem Barru.
Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang dari Demokrat juga akhirnya bergabung ke Partai Golkar mengikuti Wakil bupati Frederik V. Palimbong yang sebelumnya memimpin Golkar Toraja Utara.
Hal sama dilakukan oleh Wakil Bupati Lutra Suaib Mansur yang ikut partai yang dipimpin oleh Indah Putri Indriani di Golkar.
Suaib mengikuti jejak Indah Putri yang lebih dulu gabung Golkar dan meninggalkan Gerindra.
