Site icon Berita Kota Makassar

BKKBN Melaunching Pil KB Progestin

MAKASSAR, BKM — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaunching pil KB Progestin dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Kegiatan ini dilakukan di tiga provinsi sebagai uji coba, yakni di Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Di Sulsel, kegiatan berlangsung di Kantor BKKBN Sulsel, Jalan AP Petta Rani, Rabu (19/1).
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, giat ini dalam rangka upaya meningkatkan cakupan pemakaian kontrasepsi pasca persalinan pada ibu menyusui.Dimana menurut penelitian, 42 persen ibu pasca persalinan tidak bersedia menggunakan KB.
“Bermacam macam alasan ibu ibu pasca persalinan tidak menggunakan KB adalah merasa tidak aman karena sedang menyusui bayi serta takut mengganggu aktivitas mereka dalam merawat bayi,” kata Hasto Wardoyo saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, BKKBN telah mengakomodir pemakaian kontrasepsi pada ibu menyusui, dengan menyediakan kontrasepsi salah satunya berupa pil progestin.
Diharapkan dengan percepatan pemakaian pil progestin, maka akan meningkatkan kualitas dan kuantitas ASlnya.
“Serta dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi, sehingga hal ini mendukung penurunan stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani, mengatakan, saat ini Indonesia masih memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi yakni 27,67 persen dan masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen.

Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama.Kemudian infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Ia menegaskan, stunting berpengaruh pada rendahnya kualitas sumber daya manusia.
“Seperti rendahnya kecerdasan (kemampuan kognitif), meningkatnya risiko penyakit tidak menular, dan stunting pada usia dewasa,” jelasnya.
Oleh karena itu, stunting merupakan ancaman pembangunan di masa yang akan datang karena rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Ketika wanita memutuskan tidak menggunakan KB pasca persalinan maka dapat meningkatkan peluang
terjadinya unmet need serta terjadinya kehamilan tidak diinginkan.(jun)

Exit mobile version