MAROS, BKM — Cuaca buruk yang melanda wilayah Makassar berpengaruh pada penerbangan pesawat. Salah satu yang terkena dampaknya adalah maskapai Lion Air LN 1855 rute Palu-Makassar, yang terpaksa dialihkan (divert) akibat cuaca yang tidak mendukung.
Hal itu disampaikan Stakeholder Relation Angkasa Pura I Bandara Internasional Hasanuddin Iwan Risdianto. “Penerbangan yang divert, yakni dari Palu ke Makassar dialihkan ke Balikpapan karena cuaca buruk,” katanya, Rabu (19/1).
Ia mengatakan, pesawat Lion Air LN 1855 seharusnya mendarat pada pukul 12.00 Wita.
“Pesawat dijadwalkan tiba di Makassar pukul 12.00 Wita, namun karena cuaca akhirnya dialihkan menuju Balikpapan,” ucapnya.
Pesawat akan kembali bergerak menuju Makassar setelah cuaca membaik.
“Kami tidak bisa memprediksi kapan tepatnya pesawat bisa mendarat di Makassar. Tergantung cuaca,” imbuhnya.
Sehari sebelumnya, Selasa (18/1), sebanyak tiga penerbangan juga sempat tertunda akibat cuaca buruk.
“Penerbangan yang sempat terdampak yakni Lion Air JT 987 tujuan Kendari ke Makassar, Lion JT 992 rute Makassar ke Kendari dan Wings Air IW1204. Untuk Lion Air JT987 tujuan Kendari ke Makassar,” jelasnya.
DIhubungi terpisah, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Hari Triwibowo menjelaskan, sesuai peringatan dini BMKG kalau hujan sedang hingga lebat dan angin akan terjadi hingga tiga hari ke depan.
Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin.
Bahkan kemarin pihaknya sudah enam kali mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrim di Bandara Sultan Hasanuddin.
“Kita sudah enam kali mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca. Yang pertama mulai pukul 07.35 Wita. Sementara yang keenam kalinya dimulai pukul 16.18 Wita,” sebutnya.
Selain hujan lebat, kata dia, peringatan dini disertai kecepatan angin yang maksimumnya mencapai 22 knot.
“Jadi itu hampir 40 kilometer per jam. Kondisi kecepatan angin 22 knot ini cukup siginifkan sekali untuk proses pendaratan pesawat dan tentu sangat mempengaruhi,” pungkasnya. (ari/c)
