Site icon Berita Kota Makassar

40 Pondok Tahfidzul Qur’an Membina 3.581 Santri

WAJO, BKM — Sebanyak 40 Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an di Kabupaten Wajo membina 3.581 santri. Angka ini mengalami kenaikan yang cukup drastis jika dibandingkan tahun lalu yang berada dikisaran 1.700 santri.

Bupati Wajo, Amran Mahmud menjelaskan dari data yang tercatat di Bagian Kesra Pemkab Wajo menyebutkan melonjaknya minat masyarakat memasukan putra putrinya ke Pondok Tahfidz menjadi pertanda baik bagi Kabupaten Wajo
sebagai daerah pencetak penghafal Al-Qur’an.
Jika mencetak ribuan hafidz menjadi salah satu programnya di pemerintahan. Karena itu, pihaknya selalu mendukung dan memberi perhatian khusus untuk keberadaan pondok tahfidz.

“Kami optimis dua hingga empat tahun kedepan akan banyak lahir kader-kader penghafal Al Quran dari Wajo. Ini menjadi harapan kita semua dan sejalan dengan visi-misi pemerintahan PAMMASE,” ujar Amran, Kamis (20/1).
Amran meyakini, lahirnya ribuan hafidz Qur’an, selain mempertegas Wajo sebagai kota santri, juga akan meningkatkan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berlandaskan iman dan taqwa.
Amran dikenal peduli terhadap pengembangan pendidikan dan keagamaan, meminta dukungan semua pihak, baik alim ulama, tokoh masyarakat, para dermawan, maupun Forkompida untuk bersama mengantarkan Wajo jadi pencetak hafidz.
Pemkab Wajo juga sudah melakukan MoU atau kerjasama dengan Quamtum Akhyar Institut Yayasan, milik Udztas Adi Hidayat, dengan mengirim hafidz untuk mendapat pembekalan khusus.

“Pemkab Wajo mengirim 10 orang untuk berguru pada Quamtum Akhyar Institut yang dibina langsung Udztas Adi Hidayat. Harapannya agar kelak bisa menjadi motivator bagi putra-putri Wajo untuk terus belajar Al Quran,” sebutnya.
Menjadi penghafal Al-Quran, memiliki beberapa keistimewaan jika ingin menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sebab sejumlah universitas ternama di Indonesia, maupun dunia, memberi garansi meloloskan tanpa harus mengikuti seleksi. Bahkan bisa memilih langsung fakultas umum yang diinginkannya.
Sementara Kabag Kesera Setkab Wajo, Hj. Ernawati Aras mengurai, Pemkab Wajo selalu siap memberi kemudahan bagi Pondok Tahfidz. Termasuk memfasilitasi jika ingin melakukan balik nama terkait lahan yang ditempati.
“Kami siap menfasilitasi antara Pondok Tahfidz dengan pihak Kementerian ATR/BPN terkait legalitas lahan yang ditempati. Tentu dengan tidak mengurangi aturan dan persyaratan yang ada,” jelas Erna. (ono/C)

Exit mobile version