pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Terima Laporan Warga, Anggota DPRD Parepare Sidak Kantor Disdag

PAREPARE,BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Perdagangan kota Parepare.

Kedatangan anggota dewan karena adanya laporan dan keluhan dari warga masyarakat yang merupakan pengusaha kecil yang mendapatkan bantuan berbagai jenis alat usaha seperti, mesin jahit, etalasi, dan lainnya.

Keluhan warga karena adanya bantuan yang diterima tidak sesuai permintaan dan kwalitasnya juga sangat rendah serta tidak seperti pada bantuan sebelumnya.

Hal inilah yang membuat sekelompok warga masyarakat pengusaha kecil mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Parepare.

Anggota DPRD Kota Parepare, Ir Yasser Latief bersama Suyuti dan dua anggota dewan lainya menindak lanjuti adanya laporan masyarakat pengusaha kecil.

“Saya bersama rekan anggota DPRD Parepare, Suyuti, Tusuf Lapanna, dan Asmawati Zainuddin melakukan sidak ke Dinas Perdagangan (Disdag),”tegas Yasser Latief.

Lanjut dia, sidak ini sebagai tindaklanjut dari aduan masyarakat terkait bantuan pokir. Sebab, warga menyampaikan ke kami bantuan yang disalurkan Dinas Perdagangan kota parepare kwalitasnya rendah, tidak sesuai permintaan warga. Kata Ketua F Nasdem

Olehnya itu, sidak ini sebagai upaya mengingatkan Disdag sebagai pelaksana agar lebih memperhatikan pekerjaannya dan memperbaiki kulitas bantuan yang akan disalurkan ke warga.

“Kami ingin pengadaan bantuan pokir dilakukan sesuai aturannya. Kalau kalau tidak sesuai aturan, ini bisa menjadi pintu masuk aparat hukum untuk melakukan langka langka hukum,” ucapnya.

Sementara kepala Dinas Perdagangan Parepare, Prastiyo ketika dihubungi BKM membenarkan adanya kunjungan anggota DPRD Parepare terkait keluhan warga penerima bantuan peralatan usaha.

Kita sudah klarifikasi bersama tentang itu, sebab seperti itulah anggaran yang ada untuk perolehan bantuan berupa barang pada pengusah diberikan pada kelompok usaha, setiap kelompok ada tiga hingga lima orang pengusah.

“Kemampuan anggaran hanya seperti itu barangnya, tidak bisa kita kabulkan sesuai apa yang diinginkan masyarakat pengusaha misalnya, mereka minta Yamaha MX sementara anggaran hanya Yamaha standar. Kata Mantan Sekertaris Disdag ini mencontohkan. (Mup).




×


Terima Laporan Warga, Anggota DPRD Parepare Sidak Kantor Disdag

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link