PAREPARE,BKM.COM–Komisi II DPRD Kota Parepare akhirnya melakukan dengar pendapat antara ormas dengan instansi terkait tentang adanya penolakan vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun oleh tiga ormas yang ada di kota Parepare.
Ketiga ormas tersebut usai unjuk rasa senin kamarin dipimpin koordinator H Rahman Saleh diterima Komisi II DPRD parepare H Kaharuddin Kadir yakni, Forum Peduli Ummat (FPU), Lumbung Informasi Rakyat (LIRA),dan Forum Komunikasi Susukan (FOKUS).
Dengar pendapat antara ormas dengan instansi dari Dinas kesehatan oleh dr Ibrahim yang juga selaku ketua IDI, dan dr Yulin, Spesialis Anak digelar di ruang paripurna gedung DPRD Parepare selasa (25/1/2022) Cukup alok.
Ketua IDI yang juga selaku ketua KIPI kota Parepare dr Ibarahim menjelaskan secara rinci terbentuknya Lembaga KOMNAS KIPI (Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) bahwa tidak serta merta ini dibubarkan seperti yang dituntut Rahman Saleh koordinator tiga ormas itu.
“Kami ini bukan “Stempel” seperti yang diungkapkan bahwa lembaga Komnas Kipi “Stempel” sebaiknya membubarkan diri saja itu tidak ada yang bisa melakukan pembubaran KIPI, Siapapun itu tidak ada urusan bubarkan KIPI.”Tegas Ibe Sapaan Akrab dr Ibrahim.
Mengenai KIPI terbentuk itu agar dapat mengatasi penyakit baru saat ini menular dan ditularkan dari orang perorang atau sekelompok orang.
Sekali lagi, Tidak ada orang bisa ubah itu KIPI karena ini adalah tanggung jawab secara medis.Jelas Ketua KIPI Parepare dr Ibrahim
Sementara dr Yulin spesialis Anak mengurai beberapa indikator dan kasus mula anak terkapar virus covid setelah mendapatkan teori terkait vaksinasi anak usia 6-11 Tahun dapat divaksin.
Anak bisa menularkan pada orang lain dan juga bisa ditularkan pada anak itu, mengenai vaksinasi itu sendiri tidak terjadi hingga 100 persen ini hanya sekitar 80 persen untuk memiliki kekebalan tubuh usai divaksin.” Urai dr Yulin.
Juga dijelaskan dalam dengar pendapat yang mewakili kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare Drs Arifuddi Idris bahwa, Bahwa Anak usia SMP hanya ada tersisa 28 orang yang belum divaksin dari jumlah siswa 6000 lebih.
Sementara murid sekolah dasar (SD) Usia 6-11 tahun berjumlah 14.976 orang yang siap divaksin setelah dihubungi orang tua murid sebanyak 6.304 orang yang tidak siap 8.686 orang ini kita melihat dari pengalaman di SMP pada awalnya mau melihat dulu seperti apa resiko ketika divaksin anak ini
Pengalaman seperti di sejumlah sekolah SMP inilah para orang tua siswa kita bisa mengupayakan mengubah mainset secara humanis dengan edukasi yang kita lakukan kepada orang tua siswa SD saat ini masih pikir dulu. “Jelasnya.(Mup).

