MAKASSAR, BKM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar telah mendapatkan nakhoda baru. Ketua umum yang baru terpilih dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang dilaksanakan Jumat-Sabtu, 22-23 Januari 2022. Dalam pemilihan tersebut, 37 pemegang mandat dari 39 cabang olahraga di bawah naungan KONI Makassar memilih secara aklamasi Ahmad Susanto sebagai Ketua Umum KONI Kota Makassar.
Hadir dalam siniar (podcast) untuk kanal youtube Berita Kota Makassar, Selasa (25/1), owner Club Maesa FC Sulsel dan Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Sulsel ini mengapresiasi apa yang dilakukan Ketua Umum KONI Kota Makassar dua periode sebelumnya, almarhum Agar Jaya. Menurutnya, tiga bulan sebelum berpulang, Agar Jaya telah melakukan tugas yang berjalan baik dan maksimal. Begitupun saat dilanjutkan ke Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI Kota Makassar, Kusayyeng.
“Kami baru saja melaksanakan Musyawarah Kota KONI untuk memilih ketua KONI yang baru. Dari 39 cabang olahraga, rekomendasi 37 cabang olahraga memilih saya secara aklamasi memimpin KONI Kota Makassar periode 2022-20026. Program yang sudah dilaksanakan dengan baik seperti manajemen olahraga, manajemen organisasi, suasana kebersamaan yang dibangun dan pembinaan olahraga yang dilaksanakan Pak Agar Jaya dan Pak Kusayyeng akan dilanjutkan dan dipertahankan,” ujar Ahmad Susanto.
Hanya saja, kata Direktur Perusda Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Makassar ini, program yang telah dilaksanakan ketua KONI sebelumnya akan ditambah dengan sentuhan inovasi olahraga di dalamnya.
“Sesuai visi dan misi saya, saya akan berjuang dan mewujudkan cita-cita olahraga, yakni memajukan olahraga di Makassar dan memberikan prestasi. Termasuk menjadikan Makassar City of Sport atau kota olahraga. Ini karena Kota Makassar adalah epicentrum pembinaan olahraga di Sulsel dan Indonesia Timur. Bahkan Kota Makassar menjadi rujukan pembinaan, manajemen dan prestasi olahraga. Yang kedua, kota inklusi, di mana masyarakat sangat membutuhkan olahraga,” jelasnya.
Tidak hanya pada pembinaan dan prestasi, KONI Makassar juga akan mendorong hidup sehat di tengah masyarakat. “KONI akan mendorong masyarakat mau berolahraga, sehingga imunitas atau kekebalan tubuh di masa pandemi ini terus ada. KONI tetap mendukung penuh program Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, yakni Makassar Recover. KONI harus berperan di dalamnya, seperti olahraga dan pemulihan ekonomi,” terangnya.
Ditanya soal sejauh mana pembinaan bibit atlet yang dilakukan KONI, Ketua PSSI Kota Makassar menegaskan, selama ini dominan pembinaan usia muda menjadi tanggung jawab cabang olahraga, sehingga sangat tidak seragam dari sisi pembinaan atletnya. Masing-masing upaya serta inovasi dilakukan cabor (cabang olahraga).
“Memang ada kelemahan selama ini dalam mencari bibit atlet, seperti tidak seimbangnya antara peminat olaraga populer dan tidak popouler, seperti catur. Kalau futsal olaraga populer. Olehnya itu, KONI memiliki misi ke depan yakni pembinaan usia dini di sekolah, mejadikan sport solusion di sekolah, atau olahraga masuk ke sekolah,” tandasnya.
Seperti, kata Ahmad Susanto, mempopulerkan olahraga dan merancang panduan secara digital cabang olahraga, sehingga siswa di sekolah bisa mengakses cabang olahraga. Membuka ruang di sekolah secara terintegrasi dan terpadu seperti event olahraga.
Staf Ahli Wali Kota Makassar tahun 2017-2018 dan peraih penghargaan dari Wali Kota Makassar untuk 10 pemuda inspiratif Makassar ini menambahkan, KONI adalah lembaga yang mewadahi cabang olahraga. Tidak ada kemajuan sebuah kota tanpa kemajuan dan prestasi olahraganya.
“Kita sangat beruntung memiliki wali kota mantan atlet, sehingga Pak Wali tahu dinamika olahraga dan konsen serta perhatian terhadap olahraga di Makassar. Termasuk desain olahraga. Bahkan usulan Pak Wali perlu dibuatkan Perda Atlet yang menjadi dasar dalam menjamin kesejahteraan altet kita. KONI akan mewujudkan itu sebagai perpanjangan tangan dari Pemkot Makassar,” jelasnya.
Terkait dana hibah untuk KONI yang diatur Dispora, Ahmad Susanto menjelaskan, hal itu sudah berjalan dengan baik. Bahkan yang luar biasa karena KONI mampu mengatur manajemen dan transparansi keuangan dengan baik. Apalagi, tiga tahun ini predikat terbaik diraih KONI dalam pengelolaan keuangan.
“Kita hanya melanjutkan agar lebih terbuka dan transparansi, sehingga dana hibah harus betul-betul bermanfaat untuk pembinaan olahraga. Cabang olahraga harus aktif, berevolusi dan aktif dari hulu ke hilir dalam pembinaan, perbaikan SDM cabor, pelatih dan pemain, dan ciptakan kompetensi yang sangat baik, agar muncul atlet berprestasi. Apalagi ada Porda dalam waktu dekat ini. Medali penting, tapi target pecahkan rekor nasional juga perlu akan para atlet bisa mengikuti pelatnas. Hal ini merupakan kebanggaaan masyarakat Makassar dan Sulsel,” tegasnya.
Ditanya lagi, apa yang akan dilakukan usai dilantik, Ahmad Susanto mengatakan, pekerjaan bertahap mulai dari desain hulu ke hilir, penguatan organisasi, manajemen, SDM dan pengurus. Termasuk membuat digitalisasi sport, yang memasukkan data atlet, wasit dan pemain, agar lebih mudah terbaca secara digital dan bisa memantau cabang olahraga. Termasuk jika ada cabor yang tidak berjalan masif akan terlihat.
“Kita akan mempersiapkan porda. Saya akan panggil cabor untuk membicarakan target, formulasi, TC dan latihannya dan apa yang akan dicapai. Yang punya prestasi akan ditingkatkan. Kalau cabor tak berprestasi akan disupport dan diberikan pembinaan. Apalagi, sudah 35 tahun tidak pernah dapat medali di cabang olahraga sepak bola. Ini merupakan tantangan KONI dan PSSI. Termasuk cabor yang lain. Jangka panjang jadikan KONI sebagai solusi olahraga, termasuk meminimalisir kenakalan remaja, perang kelompok. Tukang patte-patte masuk atlet panahan. Balapan liar turun sirkuit. KONI akan dorong energi negatif ke energi positif perbaikan di masyarakat. Dukung program wali kota konsen membangun olahraga seperti membangun fasilitas olahraga. Karebosi akan direvitalisasi jadi ikon olahraga di kota Makassar. Bangun GOR di Untia,” bebernya.
KONI juga bersama Dispora akan mendorong terwujudnya penggunaan lahan tidur digunakan sebagai sport center mini. KONI punya koordinator kecamatan sehingga sport center mini bisa diwujudkan untuk aktivitas olahraga. (war)
