MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel Muzayyin Arif akhirnya dilantik sebagai ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), di Four Point Hotel by Sheraton Makassar, Selasa (25/1).
Muzayyin bersama puluhan pengurus mengenakan seragam warna hitam dengan setelan jas dilantik ketua umum Pordasi Triwatty Marciano.
Triwatty mengaku datang ke Makassar karena melihat ada energi baru. Pordasi yang vakum bertahun-tahun di Sulsel akhirnya terbentuk lagi.
Triwatty pun yakin Muzayyin bisa membangkitkan lagi olahraga berkuda di Sulsel. “Semangat beliau begitu membara. Seperti kata Pak Ellong, kita tidak salah pilih,” ucapnya.
Dia berharap Pordasi Sulsel mampu memasyarakat sekaligus menghadirkan prestasi. Apalagi Sulsel dibekali dengan tradisi dan budaya berkuda yang cukup kuat. Kabupaten Jeneponto bahkan menjadi salah satu daerah penghasil kuda terbesar di Indonesia.
Triwatty berharap Muzayyin terus menggelar kompetisi di daerah. Dia juga mengaku bahagia sebab Sulsel mampu mengikuti ritme pengurus pusat. Tak hanya komisi pacu yang dihadirkan. Namun juga komisi equestrian dan komisi berkuda memanah (horseback archery). Satu komisi lagi, yakni komisi peternakan disebutnya tak perlu diragukan lagi.
Muzayyin yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu berjanji akan memaksimalkan semua potensi yang ada. Meski baru dilantik hari ini, berbagai hajatan berkuda sudah digelar.
Target Muzayyin adalah menjadikan Sulsel barometer olahraga berkuda di kawasan timur Indonesia. Dia berharap revitalisasi infrastruktur olahraga berkuda di Sulsel, bisa segera dilakukan. Ada banyak pacuan berkuda di daerah ini. Kalau di Makassar ada pacuan kuda legendaris di Parangtambung, di Kabupaten Sinjai, Sidrap dan Jeneponto.
“Insyaallah tidak sulit mencapai prestasi. Berkuda termasuk akar budaya Sulsel. Dan, satu lagi, berkuda adalah sunah Nabi Muhammad. Melakukannya berarti ibadah,” ucap alumni Ponpes Darul Istiqamah, Maccopa, Maros itu.
Selain itu, Muzayyin memperkenalkan sembilan atlet berkuda Sulsel yang akan mengikuti kejuaraan nasional di Malang, 27 Februari 2022.
Ketua KONI Sulsel, Ellong Tjandra menambahkan bila sejak dia berkenalan dengan Muzayyin di PON Papua lalu, dia sudah merasa ada semangat yang membara. Mantan karateka nasional itu yakin Muzayyin adalah pilihan tepat.
Ellong juga mengenang Pacuan Kuda Parangtambung yang dahulu begitu bagus, namun tidak dimanfaatkan.
“Saya termasuk yang waktu itu memakai Parangtambung untuk motocross. Gara-gara tidak ada orang yang berkuda,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Sulsel, Abdul Hayat, mewakili Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut bahwa harapan masyarakat melihat Parangtambung dan lainnya eksis lagi, sangat realistis.
“Sangat bisa diwujudkan. Pordasi, Ketua DPRD Sulsel (Andi Ina Kartika Sari), Gubernur, Sekda, KONI duduk bersama, saya kira sarana dan prasarana itu bisa kita adakan,” imbuh Hayat Gani sambil melirik Andi Ina yang hadir pada acara tersebut. (rif)
