Site icon Berita Kota Makassar

DPRD Gelar RDP Penolakan Vaksinasi Anak

PAREPARE, BKM — Komisi II DPRD Kota Parepare melakukan dengar pendapat antara ormas dengan instansi terkait tentang adanya penolakan vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun oleh tiga ormas yang ada di Kota Parepare, Selasa (25/1).

Sebelumnya ketiga Ormas yakni Forum Peduli Ummat (FPU), Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan Forum Komunikasi Susukan (FOKUS) menggelar unjuk rasa dipimpin Koordinator H Rahman Saleh, Senin (24/1). Di DPRD mereka diterima Komisi II DPRD Parepare H Kaharuddin Kadir. RDP dihadiri ketiga ormas yang menolak, Dinas Kesehatan diwakili dr Ibrahim yang juga selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan dr Yulin, Spesialis Anak di ruang paripurna Gedung DPRD Parepare, Selasa (25/1). Ketua IDI Kota Parepare dr Ibarahim menjelaskan secara rinci terbentuknya Lembaga KOMNAS KIPI (Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) bahwa tidak serta merta ini dibubarkan seperti yang dituntut Rahman Saleh koordinator tiga ormas tersebut.
“Kami ini bukan “Stempel” seperti yang diungkapkan bahwa lembaga Komnas Kipi “Stempel” sebaiknya membubarkan diri saja itu tidak ada yang bisa melakukan pembubaran KIPI. Siapapun itu tidak ada urusan membubarkan KIPI,” tegas dr Ibrahim.

Mengenai KIPI terbentuk itu agar dapat mengatasi penyakit baru saat ini menular dan ditularkan dari orang perorang atau sekelompok orang.
Sementara dr Yulin, spesialis Anak mengurai beberapa indikator dan kasus mula anak terkapar virus covid setelah mendapatkan teori terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun dapat divaksinasi.
”Anak bisa menularkan pada orang lain dan juga bisa ditularkan pada anak itu, mengenai vaksinasi itu tidak terjadi hingga 100 persen ini hanya sekitar 80 persen untuk memiliki kekebalan tubuh usai divaksin,” beber dr Yulin.
Pihak mewakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Parepare Arifuddi Idris mengatakan anak usia SMP hanya ada tersisa 28 orang yang belum divaksin dari jumlah siswa 6.000 lebih.
Sementara murid SD Usia 6-11 tahun berjumlah 14.976 orang, yang siap divaksin setelah dihubungi orang tua murid 6.304 orang, yang tidak siap 8.686 orang. (mup/C)

Exit mobile version