BULUKUMBA, BKM–Kisruh internal Karang Taruna (KT) masih berlanjut, bahkan kubu Hermansyah, akan menunjuk Plt Ketua KT di Kabupaten Bulukumba.
Hal itup mendapat reaksi keras dari Andi Hamzah Pangki yang masih mengklaim dirinya sebagai ketua KT Bulukumba yang sah.
Menurut Hamzah Pangki yang pernah tercatat sebagai Ketua DPRD Bulukumba ini, dirinya bersama pengurus Karang Taruna Kabupaten, Kecamatan hingga desa tegas menolak dan tak mengakui kepengurusan Hermasyah sebagai Ketua KT Provinsi Sulsel, serta tetap mengakui Andi Ina Kartika Sari selaku Ketua KT Sulsel yang sah.
“Yang jelas kami menolak Plt Ketua Karang Taruna yang dibentuk oleh Hermasyah, karena kita tak mengakui dia sebagai ketua,”tegas Hamzah Pangki, Rabu (26/1).
Dijelaskan, selama ini KT Bulukumba tidak mati suri, meski demikian diakui selama menjabat ketua KT selama dua periode dirinya terus berkontribusi dalam membangun Bulukumba yang sebelumnya KT tidak ada di Bulukumba. Setelah dirinya mendapat mandat, maka barulah KT desa dan kelurahan terbentuk 100 persen atau 139 di desa dan kelurahan.
“Para pemuda desa bekerja untuk kegiatan sosial dimasyarakat, cuma dua tahun terahir ini terkait dengan program kami tidak laksanakan karena covid 19 sehingga dilarang untuk berkumpul, tapi kegiatan lainnya tetap kami laksanakan dan berkomunikasi semua pihak seluruh tingkatan desa, kecamatan sampai kabupaten,” katanya.
Iapun menyinggung sikap Hermasyah dan beberapa jajarannya, yang belum lama berkarang taruna namun begitu angkuh dan ingin mengambil alih kepengurusan secara membabi buta.
“Saya heran orang baru berkarang taruna kok berkoment padahal baru seumur jagung. Kami ini sudah berpuluh-puluh tahun berkarang taruna tidak pernahji sombong dan angkuh. Ingatki karang taruna adalah oraganisasi sosial kemasyarakatan bukan organisasi politik,” ucapnya.
Hamzah Pangki menegaskan bila dirinya tak pernah mengakui Hermasyah sebagai Ketua KT Sulsel dan dirinya masih sah sebagai ketua berdasarkan Permensos Nokor 25 tahun 2019.
“Waktu kubu Hermansyah melaksanakan temu karya di Bira, seratusan orang mendatangi dan mempertanyakan perwakilan. Dia mengatakan untuk bulukumba tidak ada perwakilan, tidak ada karateker makanya kita ini sah sesuai aturan main bukan abal-abal,”paparnya. (min/rif/c)
