MAMUJU, BKM — Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar tahun anggaran 2021 yang dikontraktualkan menuai soortan. Sorotan muncul gegara progres dan persoalan di lapangan yang terlalu banyak hingga adanya bangunan gedung yang disegel warga akibat upah tukang dan material tak kunjung dibayarkan seperti di SMA 1 Sampaga baru-baru ini.
Ketua Komisi IV DPRD Sulbar H Sudirman kepada BKM mengatakan terlalu banyak persoalan yang dia dapat pada saat melakukan reses pada kegiatan DAK Fisik Pendidikan 2021 di sekolah.
Pelaksanaan DAK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar Tahun Anggaran 2021 layaknya tak memiliki aturan. Sebab beberapa pekerjaan sekolah baik SMA dan SMK hingga kini masih banyaknya pekerjaan yang belum selesai.
“Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil rekanan dengan dinas terkait”. ujar sudirman
Terkait pelaksaan DAK ini menjadi polemik bagi kita, karena sudah menyebrang tahun justru masih pekerjaan di lapangan makanya kami pertanyakan, sehingga kami minta dinas terkait agar masukan laporan tertulis tentang tehnis dan kebijakan-kebijakan yang mereka lakukan, namun sampai sekarang belum ada itu laporan tertulis itu.
Terkait pekerjaan yang ada di Kabupaten Pasangkayu juga menjadi masalah karena ada dugaan monopoli proyek karena ada delapan paket pekerjaan dikuasai salah satu rekanan.
“Ini ulah ULP, padahal aturannya maksimalnya satu rekanan bisa mengerjakan lima paket” ujarnya
Modus rekanan untuk menguasai beberapa paket itu dengan cara perusahaan yang berbeda namun orangnya sama. “Saat RDP dengan dinas terkait pekan lalu dari delapan paket pekerjaan yang dikerjakan satu rekanan hanya dua yang selesai selebihnya belum” tambahnya.
Hingga saat ini ada 23 titik pekerjaan sekolah yang belum juga selesai dikerjakan.
Sementara Ketua LSM masyarakat Anti Penyalanggunaan Jabatan (MAPJ) Sulbar Mustajar mengatakan rencana akan melaporkan ke Kejati Sulbar atas adanya dugaan monopoli proyek DAK fisik Dinas Pendidikan Sulbar.
“Dalam waktu dekat kami akan melapor atas dugaan monopoli proyek DAK fisik Dinas Pendidikan,” jelasnya. (zul/C)
