Site icon Berita Kota Makassar

Rektor UIT Target Buka Fakultas Kedokteran dan Empat Prodi S3

UNIVERSITAS Indonesia Timur (UIT) terus melakukan pengembangan di tengah persaingan yang begitu ketat saat ini. Di bawah kepemimpinan Dr Abdul Rahman, SPt, SE, MM sebagai rektor, kampus ini merancang sejumlah program yang secepatnya akan direalisasikan.

DITEMUI di ruang kerjanya, Rektor Dr Abdul Rahman menyebut bahwa kampus yang dipimpinnya saat ini memiliki 11 fakultas dan 21 program studi (prodi). Terhitung sejak tahun 2019, semua prodi telah terakreditasi.
Dari keseluruhan prodi yang ada, D3 dan D4 Kebidanan, serta Analis Kesehatan memiliki banyak peminat. Termasuk Fakultas Hukum dan Psikologi. Bahkan akreditasinya baik sekali. Demikian pula dengan Prodi Manajemen di Fakultas Ekonomi, serta Farmasi.

”Ke depan kita punya program pengembangan penambahan Fakultas Kedokteran. Karena kita kan punya rumah sakit sendiri. Jadi, mahasiswa kita nantinya tidak usah praktik di rumah sakit lain,” terang Abdul Rahman.

Diakui, untuk pembelajaran tahun 2022 ini pihaknya sudah membuat dan mengajukan proposal prodi baru. H Haruna selaku ketua yayasan, menurut Abdul Rahman, sangat mensupport. Wakil rakyat yang kini duduk di komisi IX DPR RI itu terus mendorong civitas kampus untuk melakukan pengembangan-pengembangan. ”Mudah-mudahan sebelum penerimaan mahasiswa baru tahun ini izinnya sudah keluar,” tandasnya.

UIT saat ini memiliki lima kampus. Kampus I, II, III, dan IV berada di kawasan Jalan Rappocini, Makassar. Sementara kampus V berlokasi di Jalan Abdul Kadir, berdampingan dengan Rumah Sakit Wisata UIT.

Kampus III terdiri atas lima lantai. Di lantai dua dijadikan sebagai rektorat. Sementara di lantai lima menjadi pangkalan data perguruan tinggi (PDPT).

Program pengembangan yang tak kalah pentingnya adalah tahapan pendirian Program Pascasarjana (PPs) untuk strata tiga (S3). Ada empat prodi doktoral yang akan dibuka. Masing-masing prodi manajemen, hukum, kesehatan, dan ilmu sosial. ”Itu merupakan permintaan ketua yayasan, yang menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi rektor dan tim,” tandas Abdul Rahman.

Rektor yang belum cukup dua bulan menjabat ini, juga merencanakan untuk melaksanakan wisuda dua kali setahun. Untuk tahun ini ditargetkan digelar Februari atau Maret. Wisuda kedua pada September atau Oktober.

Sejumlah prestasi telah ditorehkan UIT, baik dalam proses pembelajaran maupun alumni. Di akhir tahun 2021 lalu, UIT terpilih sebagai universitas dengan pembelajaran daring terbaik dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultan Batara.
Dari segi alumni, Abdul Rahman mengatakan, dalam penerimaan CPNS 2021 lalu, banyak alumni UIT yang berhasil diterima di pemerintah kabupaten/kota, baik di Sulsel maupun luar provinsi. Rektor menyebut ada 420 lebih yang telah datang melaporkan kelulusannya. Mereka berasal dari seluruh fakultas yang ada di UIT. Angka tersebut belum termasuk yang lolos pada seleksi CPNS sebelumnya.

Dalam proses penerimaan maba tahun 2022 ini, UIT membuka jalur prestasi. Mereka diberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Sebagai rektor, Abdul Rahman berusaha agar mahasiswa penerima KIP bisa bertambah kuotanya dibanding tahun sebelumnya.
Dengan slogan Unit yang Kuat, Tim yang Hebat, Abdul Rahman punya harapan bisa mengembalikan muruah UIT. Kampus yang dulunya memiliki mahasiswa hingga mencapai 30 ribu orang. (*/rus)

Exit mobile version