POLMAN, BKM — Kades Bumimulyo Arji mengakui bahwa bidang pemberdayaan masyarakat desa Bumimulyo tahun 2021 tak dianggarkan. Langkah tersebut diambil karena saat musyawarah desa, bidang tersebut tidak diusulkan.
Menurut Kades, pada APBDesa tahun 2021 lalu warga mempertanyakan hal tersebut. Masyarakat berharap semoga tahun depan anggaran APBDesa 2022 anggaran untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat desa sudah dianggarkan
”Sebenarnya tidak ada masalah meski tidak dianggarkan. Karena boleh jadi ada pertimbangan lain sehingga tidak dianggarkan. Apalagi menganut struktur kewenangan desa dan APBD pengembangan desa serta hasilmusyawarah dimana yang diprioritaskan dan kita mengikuti apa yang ada dalam Juknis APBDesa,” ujar Arji.
Anggaran pemberdayaan masyarakat tahun 2021 tidak ada karena pihaknya fokus untuk BLT Covid- 19. Sebanyak 8 persen dananya untuk penanganan covid- 19 BLT. Prosesnya didesa kenapa tidak dianggarkan karena hal itu hasil musyawarah prioritas.
”Setelah saya bikin RAPBDesa kecuali ada formasi ABPD dilakukan verifikasi, setelah itu verifikasi lagi oleh pendamping sampai ke Pemdes itupun kalau sudah ok pasti tapi kalau tidak ok maka kembali, begitulah mekanismenya,” tambahnya.
Selama menjabat selaku Kades tidak pernah membuat kebijakan karena didesa semuanya dibuat sesuai aturan. Ada berita acara dituangkan dalam musyawarah.
Dia membantah jika gegara tidak adanya anggaan pemberdayan masyarakat diakomodir di APBDesa Bumimulyo sehingga terkesan Kades alergi dengan kegiaan pemberdaayn masyarakat.
”Saya tidak alergi dengan pemberdayaan masyarakat, malahan sebelum menjadi Kades mengaku dibesarkan ada kegiatan pemberdayaan masyarakat buktinya sempat berada di PNPM selama 10 tahun, ”ucapnya. (*)

