MAROS,BKM.COM–Kegiatan siswa SMK SMTI Makassar dalam rangka pelaksanaan program kerja Paskibraka untuk penerimaan anggota baru, menelan dua korban jiwa dan lima luka parah.
Mereka para korban diterpa pohon pinus saat istirahat di dalam tendanya, Sabtu (29-01-2022) sekitar pukul 15.30 wita.
Adapun indentitas para korban yalni Dekris Cristian Patinggi (19) warga Jalan Parumpa Biringkanaya Makassar, mengalami luka dalam karena tertindas pohon di perut hingga meninggal di dalam tenda. Fadil (19) warga Moncongloe, Maros, mengalami Luka dalam mengeluarkan darah pada mulut meninggal dunia di Puskesmas Tompobulu.
Sementara empat lainya mengalami luka berat masing masing Rausyah alias Ocang (16) warga BTN Kodam II Manuruki Biringkanaya Makassar mengalami luka dalam dan sesak napas serta luka robek bagian kepala belakang. Resky Ramadhini, (18) warga BTN Kodam II Manuruki Biringkanaya Makassar mengalami luka dalam dan sesak nafas. Aswah (18) warga Jln Perintis Kemerdekaan km 16 Makassar
Mengalami luka berat paha patah.
Fadil (19) warga Moncongloe Kab Maros.
Peristiwa ini terjadi di desa Bontomanai, Kec Tompobulu. Sabtu (29-01-2022) sekitar pukul 15.30 wita.
Kapolsek Tompobulu Akp Sunardi SH MH yang dihubungi wartawan mengatakan, para siswa siswi SMK- SMTI berada di kawasan obyek wisata hutan pinus Talatala dalam rangka kegiatan Paskibraka angkatan VII, VIII dan IX sejak hari Jumat (28-01-2022) malam dengan jumlah rombongan kurang lebih 30 orang termasuk pembina dan alumni SMTI Makassar.” Ada sekitar 20 orang siswa yang di kader ditambah pembina kegiatan serta alumni dari SMTI sebanyak 10 orang.” Ujar Akp Nardi.
Saat para peserta mengikuti kegiatan kata Kapolsek wilayah taman wisata diguyur hujan lebat dan angin kencang sekitar 15 menit para peserta berlarian mengamankan barang barangnya untuk dimasukan ke dalam tenda.
Saat itu, dua pohon pinus yang ada diatas tenda peserta tumbang menimpa tenda perkemahan dan tenda tempat kegiatan sehingga dua peserta kegiatan tewas dan empat lainya mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
“semua korban yang tewas maupun yang luka luka langsung kami evakuasi ke puskesmas Tompobulu,” jelas mantan Kapolsek Bajeng.
Disebutkan Kapolsek, jenasah dua korban yang tewas yang sudah dievakuasi akan diserahkan ke anggota keluarganya masing masing untuk dibawa ke rumah duka.
Sementara korban yang luka akan dirujuk ke RSUD Palaloi Maros untuk mendapatkan perawatan medis.
“Petugas sementara berkordinasi dengan keluarga para korban terkait rencana selanjutnya.”sebut Kapolsek.
Dikatakan Kapolsek, terkait surat ijin berkegiatan untuk para rombongan siswa siswi SMTI Makassar ini sudah ada sejak jumat malam dan itu hanya surat pemberitahuan. Surat pemberitahuan yang diantar ke Polsek bersamaan dengan para rombongan ketika mereka menuju ke taman wisata pohon pinus talatala.
“Kami belum sempat berkordinasi dengan panitia kegiatan tiba tiba datang bencana ini.” sebut Kapolsek.
Untuk sementara kata Kapolsek, kasus meninggalnya dua peserta kegiatan Paskibraka ini telah kami ambil keterangan dari panitia kegiatan.
” Penyidik sementara melakukan pemeriksaan para panitia dan rekan rekan korban yang melihat langsung kejadian tersebut,” tutup kapolsek.(Ari)

