MENGGELUTI profesi berbeda dalam waktu yang bersamaan dilakoni oleh Ario Burnama. Menjadi seorang guru sekaligus desainer serta seniman. Termasuk koreografer.
RIO, begitu ia akrab disapa. Hadir menjadi narasumber di siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Jumat (28/1). Aktivitasnya dalam dunia seni serta mengampu mata pelajaran seni di SMA Negeri 12 Belopa, Kabupaten Luwu diulik dalam sesi wawancara.
Dari pengakuan Rio terungkap bahwa sejak kecil dirinya suka bermain barbie. Kemudian keterampilannya berkembang di dunia jahit menjahit. Sejak awal hingga saat ini semua ia kerjakan sendiri.
Jika dibandingkan dengan desainer lain, ada yang berbeda dilakukan Rio. ‘”Saya tidak membuat sketsa. Rancangan desain saya aplikasikan ke barbie, baru ke manusianya. Miniatur barbie yang saya pakai,” tuturnya.
Dari keahliannya itu, Rio telah menghasilkan banyak kostum. Khususnya untuk ditampilkan di ajang karnaval. Bahkan di akhir tahun 2021, ia juga mendesain kostum seorang fianlis Putri Indonesia perwakilan Kota Parepare.
Belum lama ini, Rio sempat ke Palopo. Ia mengikuti ajang festival pekan budaya yang dilaksanakan. Pemkot Palopo menggunakan jasa Rio untuk pembuatan kostum. Ada lima kostum yang dikenakan para model.
Sebenarnya, Rio lahir di Kota Makassar, 4 Februari 1992
. Namun besar di Belopa, Kabupaten Luwu. Karena orang tuanya hijrah ke daerah tersebut. Selanjutnya, Rio berkarya dan berkesenian di Kota Parepare.
Tidak mengherankan jika Rio kini menjadi seorang guru di Belopa. Tepatnya di SMAN 12 Luwu. Ia mengajar seni budaya di sekolah tersebut sejak tahun 2013 sampai sekarang.
Selain desain kostum, Rio juga ternyata seorang koreografer. Sejumlah event telah ditanganinya. Hal itu tidak mengherankan, karena Rio merupakan alumni Sendratasik (seni, drama, tari, dan musik) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Untuk keikutsertaannya di fashion carnaval, Rio pernah mewakili Kota Parepare di Pulau Jawa. Kostum yang dikenakannya dilengkapi dengan lampu LED. Karenanya, ia membawa serta aki untuk menyalakan lampu konstum yang dikenakannya.
”Waktu itu saya sempat kena setrum. Karena runwaynya panjang sekali sehingga berkeringat dan basah,” ungkapnya.
Di tahun 2019 Rio juga ambil bagian dalam Festival Budaya To Berru. Status juara diraihnya di ajang tersebut. Event yang dilaksanakan setiap tahun ini menggelar berbagai macam event, seperti tari hingga karnaval.
Lalu mengapa Rio suka dengan budaya? ”Sebagai generasi muda, sudah seharusnya kita mencintai budaya yang ada. Saya kemudian mengaplikasikannya ke dalam dunia pertunjukan. Termasuk pada kostum dan tarian,” terangnya Rio yang saat ini bermukim di Jalan Terang, Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu. (*/rus)
