ENREKANG, BKM.COM–Putra Massenrempulu, Brigjen Edy Imran, Senin (31/1), kemarin, dilantik Jaksa Agung Muda Pidana Militer Laksamana Muda Anwar Saidi, sebagai
Direktur Penindakan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer di Kejaksaan Agung RI.
Ayah tiga anak ini buah pernikahannya tahun 1992 dengan Hayati Umar, sebelumnya menjabat Inspektur Babinkum Mabes Angkatan Darat, Cilangkap.
Brigjen Edy Imran, SH.,MH.,M.Si, Lahir di Cakke, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dan kedua orang tuanya berprofesi guru.
Pria gemar musik ini menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMA Cakke tahun 1984, kelas IPS 1. Beliau alumni Fakultas Hukum Unhas 1988, dan S2 Tannas UGM 1997, serta S2 Sekolah Tinggi Hukum Militer 2016.
Karier militer Brigjen Edy Imran, tergolong cemerlang telah melewati sejumlah jabatan penting dimulai dosen AKABRI, kemudian diangkat menjadi Penasehat Hukum Militer, dan selanjutnya didapuk Kepala Oditur Militer Tinggi Jakarta setingkat Kejati.
Edy Imran, pejabat militer cerdas dibuktikan pernah juara Nasional Lomba karya tulis ilmiah tingkat Mabes TNI, dan sala seorang pemikir lingkungan TNI.
Demikian pula pengalaman tugas luar Negri, pernah ketua Tim Investigasi Mabes TNI di Haity, Ketua Supervisi kasus penembakan tahanan oleh Kopassus di Lapas Cebongan, dan Jaksa Penuntut Umum Perkara Penganiayaan OPM di Puncak Jaya. Dan sala seorang putranya dari mengikuti jejak ayahnya Abituren Akmil Tahun 2017.
Edy Imran, Direktur Penindakan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer dilantik berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia tanggal 28 Januari 2022
Dari rekan sealumni SMA Cakke turut bangga dengan jabatan baru Edy Imran. Ucapan selamatpun terus berdatangan, sala satunya Sukirno Guli, melalui pesan watshapnya selamat atas jabatan barunya Pak Jenderal, semoga Amanah dalam menjalankan tugas negara meskipun berat utamanya penegakkan Keadilan Hukum di Negeri Tercinta Ini. Meskipun kita semua tahu bahwa Keadilan Hakiki hanya milik Allah Rabbul ‘alamin, singkat Sukirno (agus).
