MALILI, BKM — Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir mewakili Bupati Luwu Timur membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Nahdlatul Wathan (NW) Kabupaten Luwu Timur di D’Colors Coffee Bone Pute, Minggu (30/1).
Nahdlatul Wathan resmi hadir di Luwu Timur sejak tahun 2010 berdasarkan pengakuan Pemerintah daerah dan terdaftar di Kesbangpol. Musda III bertujuan ini untuk memilih pemimpin Nahdlatul Wathan Kabupaten Luwu Timur.
Staf Ahli Pembangun, Rapiuddin Thahir mengatakan, Nahdlatul Wathan merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar ketiga di Indonesia. “Namun bukan hanya di Nusa Tenggara Barat (NTB), bagi kami di Luwu Timur, sangat mengapresiasi dan menghargai kehadiran Nahdlatul Wathan di Bumi Batara Guru ini,” tambahnya.
Organisasi ini ialah organisasi yang dapat menciptakan generasi pelanjut yang beriman, bertaqwa dan memiliki Iptek. “Seperti yang pak Habibie bilang, Ipteknya Jerman tapi hatinya Mekkah, tentu itu harapan kita semua karena ini juga dari sisi kader dapat menciptakan pemimpin-pemimpin yang berintegritas, memiliki kapabilitas, dan memiliki kompetensi yang Insya Allah kedepan bisa memimpin, bukan hanya memimpin daerah ini saja tapi juga memimpin Indonesia kalau perlu sampai mendunia,” harap Rapiuddin
Ia berharap pengurus NW tidak hanya orang NTB, tapi bagaimana bisa merangkul semua komunitas yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Luwu Timur.
“Semoga organisasi kemasyarakatan keagamaan Nahdlatul Wathan ini pengurusnya bukan hanya identik dengan NTB, tapi bagaimana dapat merangkul semua komunitas yang ada di Indonesia dan yang teristimewa di Luwu Timur untuk menjadi anggota dan pengurus Nahdlatul Wathan karena daerah ini merupakan miniatur Indonesia,” tandas Rapiuddin.
Ketua PW Nahdlatul Wathan Sulsel Maliki, mengungkapkan pengurus daerah NW di Sulsel sudah 12 kabupaten kota, dan Luwu Timur ini merupakan kakak tertua dalam pengurus daerah.
“Untuk itu, kami berharap kepada pengurus daerah uang terpilih nanti di Luwu Timur, agar bekerja keras, seperti perintah dari pusat yakni membentuk pengurus Nahdlatul Wathan mulai tingkat cabang sampai ranting. Jadi kami titip pesan kepada teman-teman yang punya hak suara di Musda ini agar nantinya memilih calon yang benar-benar mau bekerja dan punya etos dan loyalitas tinggi terhadap organisasi, agar perkembangan pergerakan organisasi kita ini terus melaju,” tandasnya. (rls)

