Site icon Berita Kota Makassar

Andi Utta Tinjau Kawasan Pantai Merpati

BULUKUMBA, BKM — Pasca pembongkaran rumah di pantai Merpati oleh tim terpadu, Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf meninjau situasi kawasan Pantai Merpati yang akan dilakukan penataan sebagai pusat kuliner dan hiburan bagi masyarakat Kabupaten Bulukumba maupun pengunjung dari daerah lain, Rabu (2/2).
Bupati Muchtar meninjau pekerjaan normalisasi saluran air menuju laut. Tampak sebuah eskavator sementara bekerja mengeruk atau memperbaiki saluran air untuk menormalisasi arus air sampai ke laut.

didampingi Kasatpol PP dan Camat Ujungbulu, Andi Utta berjalan kaki menyisir pantai yang sebelumnya ditempati warga bermukim. Tampak sisa pembongkaran material bangunan yang sudah dikumpulkan namun belum diangkut pemiliknya.
Dia meminta jajarannya membantu mengangkut material warga yang masih bisa digunakan, selanjutnya yang menjadi sampah untuk dikumpulkan atau dibersihkan karena lahan tersebut untuk sementara akan diratakan.
Sampai di wilayah Kelurahan Bentenge, Bupati Andi Utta menemui langsung dan berdialog dengan warga yang masih memilih bertahan meski rumahnya di lokasi tersebut sudah dibongkar. Alasan warga masih bertahan oleh karena belum ada tempat relokasi yang disiapkan.
Dia mengatakan pihaknya menyiapkan tempat penampungan sementara di kampong Situbaru Kelurahan Bintarore, sehingga ia meminta warga untuk pindah ke sana.
“Saya sudah perintahkan BPBD untuk bangun tenda penampungan untuk tempat tinggal sementara bagi yang ingin pindah ke sana. Yang jelas di tempat ini sudah tidak bisa lagi bermukim karena akan segera dilakukan penataan,” ungkapnya.

Dia memberikan pemahaman kepada warga bahwa penataan yang dimaksud agar lokasi tersebut bisa tertata rapi, bersih dan cantik sebagai pusat kuliner. Sehingga lokasi Pantai Merpati nantinya bisa menjadi pusat ekonomi baru yang dapat meningkatkan pertumbuhan UKM dan menyerap tenaga kerja.
Dia meminta pengertian warga untuk pindah supaya pekerjaan penataan pantai bisa berjalan dengan baik.
“Kalau semrawut dan kumuh seperti ini, tidak ada orang yang mau datang berkunjung di tempat ini,” bebernya. (min/C)

Exit mobile version